Kenapa Belgia Tangguhkan Penjualan Senjata ke Arab Saudi?

Militer.or.id – Kenapa Belgia Tangguhkan Penjualan Senjata ke Arab Saudi?.

Senapan serbu AR-15 buatan Belgia © Grggfks via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Kelompok hak asasi manusia telah memprotes penjualan senjata ke Arab Saudi, mengutip pada keterlibatan kerajaan Teluk tersebut dalam konflik di Yaman, seperti dilansir dari laman Sputnik.

Dewan Negara atau Pengadilan Tinggi Administrasi di Belgia telah menangguhkan delapan lisensi untuk penjualan senjata ke Arab Saudi oleh produsen senjata terkemuka negara itu yakni FN Herstal, menurut kantor berita Belga.

HARUS BACA :  Intelijen Jerman: Iran Coba Peroleh Teknologi Rudal Secara Ilegal

Dewan tersebut menjelaskan keputusannya atas kegagalan pihak berwenang setempat, yang telah berhak mengeluarkan izin, untuk pertama kalinya memeriksa situasi hak asasi manusia di Arab Saudi.

Pada tahun 2017 Arab Saudi membeli senjata senilai € 153 juta dari produsen senjata asal Belgia.

HARUS BACA :  Sertijab Komandan Detasemen Markas Komando Koarmatim

Pada bulan Desember, Liga Hak Asasi Manusia Belgia dan Pusat Koordinasi Perdamaian dan Demokrasi Nasional, yang didukung oleh Amnesty International, memohon kepada Dewan Negara agar membatalkan lisensi untuk ekspor senjata mematikan ke kerajaan Teluk tersebut.

HARUS BACA :  U.S. Transfers Hamilton-Class Cutter to Vietnam

Pembeli Senjata

FN Herstal atau sering disebut sebagai Fabrique Nationale, memproduksi berbagai macam senjata, mulai dari pistol hingga senapan mesin berat dan saat ini merupakan pengekspor senjata ringan militer terbesar di Eropa.

Pada tahun 2015, Arab Saudi membeli lebih dari € 575 juta senjata buatan FN Herstal, yang menyumbang ekspor senjata Wallonia sebesar 65 persen.

Parlemen Uni Eropa

HARUS BACA :  Mayjen Doni Monardo Bekali Siswa Sekolah Staf dan Komando

Pada bulan September 2017, Parlemen Uni Eropa telah menyetujui resolusi yang menyeru kepada negara Uni Eropa untuk memberlakukan embargo senjata terhadap Arab Saudi, yang dituduh telah memasok senjata yang dibelinya dari Eropa kepada kelompok teroris di Suriah dan menggunakan senjata tersebut dalam konflik yang sedang berlangsung di Yaman.

HARUS BACA :  Uni Eropa Akan Blokir Sanksi AS Kepada Iran

Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi telah berpartisipasi dalam konflik militer yang terjadi di Yaman sejak bulan Maret 2015 atas permintaan Presiden Hadi.

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Mayjen Doni Monardo Bekali Siswa Sekolah Staf dan Komando

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here