Baghdad Belum Putuskan Pembelian Sistem S-400 Rusia

0
1538

Militer.or.id – Baghdad Belum Putuskan Pembelian Sistem S-400 Rusia.

Sistem rudal pertahanan udara S-400 buatan Rusia. © Vitaly V. Kuzmin (13/04/2012) via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Baghdad belum mengambil keputusan akhir tentang pembelian sistem rudal S-400 buatan Rusia, kata Duta Besar Irak untuk Rusia Haidar Mansour Hadi dalam sebuah wawancara dengan TASS.

“Kami bisa membeli sistem S-400, jika perlu. Tapi belum ada keputusan akhir yang diambil sejauh ini. Belum ada pembicaraan resmi dengan pihak Rusia”, kata Dubes Irak untuk Rusia.

Ketika Menteri Luar Negeri Irak Ibrahim al-Jaafari melakukan kunjungan ke Moskow pada bulan Februari 2018, dia mengatakan bahwa negaranya ingin membeli sistem rudal S-400 buatan Rusia.

HARUS BACA :  Truk Ural-4320 di IndoDefence 2018

S-400 Triumf (NATO menyebutnya SA-21 Growler) adalah sistem rudal anti-pesawat jarak jauh terbaru yang mulai digunakan pada tahun 2007. Sistem ini dirancang untuk menghancurkan pesawat, rudal jelajah dan rudal balistik, termasuk diantaranya rudal jarak menengah dan target permukaan.

Sistem ini dapat mencapai target aerodinamis pada jarak hingga 400 kilometer (249 mil) dan target balistik taktis yang terbang dengan kecepatan 4,8 km/detik pada jarak hingga 60 kilometer (37 mil). Target tersebut termasuk rudal jelajah, pesawat taktis dan strategis serta hulu ledak rudal balistik.

HARUS BACA :  Moscow and Jakarta to Discuss Third Batch of the BMP-3F to Indonesia

Radar sistem S-400 mampu mendeteksi target udara pada jarak hingga 600 kilometer (373 mil). Sistem misil permukaan-ke-udara 48N6E3 dapat mencapai target aerodinamis pada ketinggian 10.000 hingga 27.000 meter dan ancaman misil balistik pada ketinggian 2.000 hingga 25.000 meter.

Mansour Hadi juga menambahkan, bahwa delegasi resmi Rusia yang terdiri dari pejabat dari Kementerian Pertahanan dan industri serta perdagangan Rusia akan berkunjung ke Baghdad minggu depan.

HARUS BACA :  Indonesia Siap Jadi Mediator Selesaikan Krisis Myanmar

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here