Deplu AS: Yang Membeli S-400 Akan Kena Sanksi

Militer.or.id – Deplu AS: Yang Membeli S-400 Akan Kena Sanksi.

Sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumf dalam formasi siaga © Russian MoD via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Departemen Luar Negeri AS menyebutkan bahwa mereka tak akan mengesampingkan “pemberian sanksi” atas pembelian sistem pertahanan udara S-400 Rusia oleh negara mana pun di seluruh dunia, seperti dilansir dari laman Sputnik.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert mengatakan hal tersebut selama briefing bahwa pihak Washington melarang pembelian sistem pertahanan udara S-400 Rusia oleh sekutunya di seluruh dunia, tanpa terkecuali.

HARUS BACA :  Rusia Peringatkan Siprus Tentang Penempatan Militer AS

Sebelumnya, Rusia dan Turki menandatangani perjanjian pinjaman atas penjualan S-400 ke Ankara, menyebabkan serangan balasan dari AS yang mengancam akan menjatuhkan sanksi apabila Turki melanjutkan perjanjian tersebut.

Menteri Pertahanan Turki Nurettin Canikli kemudian menanggapi ancaman Washington dengan memperingatkan AS agar jangan melarang pengiriman jet tempur F-35 pesanan Turki dan jangan mengintervensi perjanjian Turki dengan Rusia pada pengiriman S-400, yang menyebut bahwa ancaman Washington sebagai bentuk “pemerasan”.

HARUS BACA :  Training S-400, Turki Siapkan 100 Personel Militer – Militer.or.id
HARUS BACA :  Rencana Sensitif Rudal AS Dicuri Hacker China

Amerika Tunda Pengiriman F-35 Turki

Pada hari Minggu, 12 Agustus 2018, Presiden AS Donald Trump telah menandatangani undang-undang untuk menunda pengiriman jet tempur siluman F-35 ke Ankara sehingga makin meningkatkan ketegangan dengan sekutu NATO tersebut.

Undang-Undang baru tersebut melarang penjualan pesawat siluman generasi kelima dan menunggu laporan lengkap dari Pentagon tentang risiko dari rencana pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Triumf dari Rusia oleh Turki yang dapat mempengaruhi postur keamanan AS.

HARUS BACA :  Jet Tempur J-16 China Siap Hadapi Taiwan

Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) Amerika Serikat menyediakan sekitar AS $ 616,9 miliar sebagai anggaran dasar Pentagon, AS $ 21,9 miliar buat senjata nuklir dan AS $ 69 miliar untuk anggaran perang.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.5k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Boeing Mulai Produksi F-15QA Pesanan Qatar

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here
HARUS BACA :  4 Prajurit Rusia Tewas di Suriah