T-50i Indonesia akan Berubah Menjadi Fighting Eagle?

Kementerian Pertahanan Indonesia menandatangangi kontrak senilai sekitar US$89,4 juta atau sekitar Rp1,3 triliun dengan Korea Aerospace Industries (KAI) Kora Selatan. Salah satu item dari kontrak yang ditandatangani di sela-sela Expo & Forum Indo Defence 2018  Kamis 8 November 2018 tersebut adalah pemasangan perlatan radar dan persenjataan ke pesawat T-50I Angkatan Udara Indonesia.

Kontrak ini menandakan T-50i Golden Eagle yang selama ini hanya berperan sebagai pesawat latih supersonik akan mengarah menjadi FA-50, pesawat dengan kemampuan serang ringan dan dijuluki Fighting Eagle.

Sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Yonhap, proyek instalasi radar dan persenjataan untuk jet pelatih T-50I akan dilaksanakan dalam waktu 25 bulan.

HARUS BACA :  Kapal Selam Diesel Listrik AIP Vs Kapal Selam Nuklir, Pilih Mana?

TNI AU saat ini memiliki 16 unit T-50i (satu jatuh dan hancur total). Di sisi persenjataan, pesawat ini bisa dilengkapi kanon 20 mm General Electric M61 Vulcan dengan 205 peluru. Kemudian rudal udara ke udara pencari panas AIM-9 Sidewinder yang dipasangkan pada setiap rel di ujung sayap, serta rudal-rudal yang lain bisa dipasang di bawah sayap.

FA-50 Fighting Eagle adalah pesawat tempur ringan yang diproduksi oleh Korea Aerospace Industries. Pesawat ini merupakan versi tempur dari T-50 Golden Eagle yang merupakan pesawat latih supersonik.

HARUS BACA :  Jerman Hentikan Pembangunan Kapal  Arab Saudi
HARUS BACA :  Belarus Akan Operasikan Empat Tor-M2

Mampu terbang dengan kecepatan maksimum Mach 1,5, pesawat serang ringan ini dapat membawa senjata seberat 4,5 ton dan dipersenjatai dengan rudal udara-ke-udara dan udara-ke-permukaan.

Pesawat serang ini dilengkapi dengan three-barrel Gatling gun. Dapat juga dipersenjatai dengan senjata presisi-dipandu.  Irak telah membeli 24 FA-50 dan Filipina membeli 12

Jika mengacu pada armada yang dimiliki Korea Selatan, FA-50 dilengkapi dengan data taktis Link 16 Link, radar mechanically scanned array, radar penerima peringatan dan sistem visi pencitraan malam.

HARUS BACA :  Czechoslovak Group Bangun Industri Pertahanan di Indonesia

Selain pemasangan radar dan senjata pada T-50i, kontrak juga terkait pembelian tiga pesawat latih KT-1B. Tiga pesawat ini direncanakan akan dikirim 28 bulan setelah kontrak ditandatngani.

Selain digunakan sebagia pesawat latih dasar, TNI AU menggunakan KT-1B sebagai atraksi udara yang diterbangkan oleh Tim Jupiter.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Nurul Teje
Nurul Tejehttps://www.militer.or.id
Sangat berminat kepada hal hal yang berbau alutsista Rusia dan Soviet. Mampu mendeskripsikan dengan baik pesawat pesawat tempur buatan Soviet dalam diskusi seru. Kontak jika mau ngopi bareng dan berbincang seru.

Latest articles

HARUS BACA :  Indonesia and Chile Interested in Brahmos Air-Launched Version

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here