12 Kesepakatan Industri Pertahanan BUMN Strategis

Mock Up pesawat IFX di Indo Defence 2018

Jakarta, Militer.or.id – Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis (BUMNIS) Indonesia menandatangani sebanyak 12 kesepakatan terkait industri pertahanan dan keamanan.

Koordinator BUMNIS Indonesia, Bayu Witjaksono dalam pameran Indo Defence Expo 2018 di Jakarta, Rabu, 7-11-2018 mengatakan bahwa kesepakatan tersebut sebagai upaya lanjutan setelah pameran yaitu eksekusi bisnis secara langsung.

“Penandatanganan 12 MOU ini merupakan salah satu jalan bagi BUMNIS Indonesia untuk mengembangkan bisnis perusahaan, sekaligus menggeliatkan industri strategis nasional dalam berbagai aspek,” ucap Bayu.

HARUS BACA :  Israel Dinilai Mampu Lumpuhkan Sistem Pertahanan Rudal S-300 di Suriah

Kerja sama yang mencakup sinergi di berbagai bidang ini juga akan termasuk kolaborasi dalam bentuk lainnya yang relevan bagi pihak terkait.

Penandatanganan MOU ini dilakukan pada hari pertama perhelatan pertahanan yang digelar di JIExpo Kemayoran Jakarta dengan mengusung tema Synergy for The Nation.

Acara yang berlangsung pada 7-10 November 2018 ini diikuti oleh PT Dirgantara Indonesia/DI (Persero), PT Pindad (Persero), PT DAHANA (Persero), PT Len Industri/Len (Persero), PT Industri Telekomunikasi Indonesia/INTI (Persero), PT Industri Nuklir Indonesia/Inuki (Persero), dan PT Industri Kereta Api/INKA (Persero).

HARUS BACA :  Afrika, Prioritas Penjualan Produk Industri Strategis 2017
HARUS BACA :  Rusia Uji Rudal Pertahanan Udara Baru

Selain itu, pameran yang diadakan setiap dua tahunan ini juga diikuti oleh PT PAL Indonesia/PAL (Persero), PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari/DKB (Persero), PT Dok Perkapalan Surabaya/DPS (Persero), PT Industri Kapal Indonesia/IKI (Persero), PT Barata Indonesia/Barata (Persero), PT Boma Bisma Indra/BBI (Persero), serta PT Krakatau Steel/KS (Persero) Tbk.

Sebanyak 14 perusahaan BUMN mendukung pameran ini untuk bersinergi menjadi satu bentuk perusahaan yang terbesar dalam bidang pertahanan. Di antara bentuk kerja sama tersebut antara lain: pengembangan pembuatan kapal selam, penyediaan teknologi dan komunikasi di sektor pertahanan serta pengembangan perlengkapan tempur.

HARUS BACA :  Total Ekspor Pertahanan Indonesia Mencapai $284 Juta

Selain itu ada yang berupa suplai material pembangunan kendaraan perang, dan penyediaan transportasi udara dari perusahaan BUMN.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

HARUS BACA :  Mendorong Industri Otomotif ke Mobil Hybrid dan Listrik

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  IAI Ungkap Barak-MX, Sistem Pertahanan Udara Modular

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here