Gripen E Sukses Uji Coba Rudal Meteor

Jet tempur Gripen C Angkatan Udara Thailand (RTAF). © Fuws260 via Wikimedia Commons

Sebuah pesawat tempur superioritas Gripen E berhasil menyelesaikan uji peluncuran Meteor Beyond Visual Range Air-to-Air Missile untuk pertama kalinya. Uji peluncuran dilaksanakan di lapangan terbang perusahaan Saab di Linköping, Swedia.

Pilot uji coba Gripen Saab, Robin Nordlander, mengatakan bahwa pesawat itu terus berkinerja mulus sebagaimana terlihat sepanjang fase uji terbang.

“Saya sangat menantikan langkah-langkah yang akan datang dalam program uji terbang, membawa kita lebih dekat dan lebih dekat untuk menyelesaikan integrasi senjata. Meteor membuat Gripen E sangat mampu dalam peran dominasi udara”, kata Robin sebagaimana dikutip dari UPI.

HARUS BACA :  Garis Depan Gaza-Israel Relatif Aman Setelah Gencatan Senjata

Pengujian peluncuran adalah bagian dari proses untuk mengintegrasikan rudal dengan Gripen E, dengan fase berikutnya menggunakan konfigurasi yang berbeda dan amplop penerbangan.

Meteor adalah rudal udara ke udara yang dipandu radar-radar aktif yang mampu menggerakkan target udara secara mandiri dalam lingkungan peperangan elektronik. Rudal ini memiliki mesin ramjet, memberikannya kecepatan tertinggi di atas Mach 4 dan jangkauan lebih dari 60 mil.

HARUS BACA :  Malaysian Defense: Budget Hinders Military Asset Procurement
HARUS BACA :  PH’s First Microsatellite Travelled Around Earth 4,083 Times

Angkatan Udara Swedia menjadikan armada tempur C / E sebagai pesawat tempur pertama yang beroperasi dengan rudal Meteor pada tahun 2016.

Program Meteor merupakan kolaborasi antara Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Spanyol dan Swedia guna meningkatkan kesamaan di antara sekutu. Saab bermitra dengan kontraktor utama MBDA Inggris untuk mengembangkan rudal.

Gripen E merupakan pesawat tempur multi-peran yang mampu melakukan misi udara-ke-udara, udara ke permukaan, dan pengintaian. Pesawat ini memiliki kecepatan maksimum Mach 2 dan memiliki kemampuan supercruise, memungkinkan untuk melebihi Mach 1 tanpa menggunakan afterburner dan memperluas jangkauannya.

HARUS BACA :  Howitzer Hingga RM-70 Grad di Latihan Rajawali 18 Korps Marinir

Sumber: UPI

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here
HARUS BACA :  Koarmatim Peringati Hari Jadi ke-72 TNI AL