Sengkarut Penyebab Karamnya Fregat KNM Helge Ingstad

Fregat mutakhir, KNM Helge Ingstad milik Angkatan Laut Norwegia tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal tanker © Norwegian Coastal Administration via Reuters

Militer.or.id – Sebelum terjadinya insiden “dramatis” yang melibatkan fregat “anti-karam” KNM Helge Ingstad, majalah Angkatan Bersenjata Norwegia menyatakan bahwa empat dari lima navigator di kapal perang itu adalah wanita, seperti dilansir dari laman majalah Resett.

Tanpa membuat tuduhan konkrit, jurnalis Norwegia, ahli militer serta analis politik, Helge Luras, telah menyarankan bahwa “insiden dramatis” itu sangat terkait dengan topik lain yang sangat kontroversial, yaitu proporsi wanita dalam Angkatan Bersenjata Norwegia.

“Jika Anda menilai dengan catatan suara dan pernyataan ahli, kesalahan manusia adalah yang mencolok dan hampir tidak bisa dipahami itu semua telah dibuat. Prajurit Angkatan Laut Norwegia terlihat amatir”, tulis Helge Luras dalam pendapatnya di majalah Resett.

Luras menyebut bahwa keterlibatan wajib peranan wanita pada pengaturan kuota serta persyaratan yang berbeda telah berdampak ke budaya profesional Angkatan Bersenjata Norwegia.

“Untuk Angkatan Bersenjata di era kebenaran politik, meningkatkan jumlah wanita di lembaga itu telah menjadi tujuan tersendiri. Diperkirakan bahwa wanita membuat Angkatan Bersenjata Norwegia lebih baik. Mereka yang berpikir sebaliknya, menerima pesan biasa bahwa pendapat mereka tidak diinginkan”, tulis Luras.

Luras mengingatkan Forsvarets Forum, majalah Angkatan Bersenjata Norwegia, yang menyebut bahwa empat dari lima navigator di KNM Helge Ingstad adalah perempuan. Dia melanjutkan dengan mengutip ucapan Letnan Iselin Emilie Jakobsen Ophus, perwira navigasi di KNM Helge Ingstad, yang menyebut ada banyak wanita di kapal adalah “keberuntungan”, “hal yang alami” dan “lingkungan yang benar-benar berbeda dan positif”.

HARUS BACA :  Realisasi Kontrak Alutista Kemenhan – PT Pindad Senilai Rp 2,9 T
HARUS BACA :  Thailand’s First Win MPV Secures New Deal

Luras menjelaskan sikap diam Angkatan Laut untuk memberikan rincian insiden itu sebagai keengganan untuk menarik perhatian pada jenis kelamin mereka yang berada pada kemudi fregat saat itu.

Luras mengakui bahwa baik pria maupun wanita dapat membuat kesalahan, namun ia mempertanyakan apakah itu harus tetap menjadi prioritas bagi Angkatan Bersenjata untuk menghabiskan energi dan sumber daya pada “integrasi” dan juga menciptakan lingkungan kerja yang “seimbang”.

“Orang-orang menginginkan jawaban atas apa yang salah ketika fregat seharga 4 miliar krone sekarang berada di fjord Norwegia. Dan mereka layak mendapatkannya, betapapun secara politis tak benar”, tulis Luras.

“Jahat dan Primitif”

Artikel Luras ini dipenuhi dengan berbagai penolakan dramatis dari profesor Defence College, Janne Haaland Matlary dan Laksamana Muda Louise Dedichen, dan mereka menyebutnya “konsporasi, jahat dan primitif” dalam sebuah tanggapan di surat kabar harian Aftenposten.

Lebih lanjut, kedua wanita tersebut berpendapat bahwa Luras ini menyebarkan “berita palsu” alias “hoax”, karena tidak ada sistem kuota untuk wanita, meskipun Pertahanan menggunakan segala cara untuk mendorong lebih banyak wanita untuk mendaftar.

“Kekuatan otak semakin penting dalam Angkatan Bersenjata. Bukan karena kekuatan mentah tersebut sendiri sudah cukup menjadikan tentara yang baik. Sebaliknya, kita mencari yang terbaik dalam banyak dimensi, dan saat ini kita dapat merekrut dari kedua jenis kelamin melalui layanan universal. Kita kini memiliki lumbung dua kali lebih besar untuk merekrut”, menurut Matlary dan Dedichen menyimpulkan.

Sejak tahun 2016, ketika wajib militer untuk wanita diperpanjang, wanita berseragam telah mencapai sekitar 17 persen dari total Angkatan Bersenjata Norwegia, persentase mereka pun terus meningkat.

HARUS BACA :  BUMN Strategis Diminta Tak Lambat Garap Order Alutsista
HARUS BACA :  Royal Navy Selesaikan Uji Tembak Rudal MBDA Sea Ceptor

KMN Helge Ingstad, adalah salah satu fregat terbaru untuk Angkatan Laut Norwegia, bertabrakan dengan tanker setelah latihan besar NATO Trident Juncture. Fregat ini telah koyak hampir sepanjang 10 meter di sisi kanan dan bermanuver ke teluk pantai dangkal untuk mencegahnya dari tenggelam total.

Meskipun perkiraan sebelumnya bahwa sebagian besar peralatan di atas kapal telah hancur, Norwegia berencana untuk menyelamatkan fregat yang membawa helikopter tersebut dan akan menghabiskan biaya sekitar $ 420 juta.

HARUS BACA :  Meksiko Borong Rudal dan Torpedo dari Amerika

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here