KPK Malaysia (MACC) Kembali Investigasi Kasus Scorpene

0
147

KD Tunku Abdul Rahman, kapal selam kelas Scorpene milik Angkatan Laut Malaysia (TLDM) © Mak Hon Keong via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Sebuah sumber di Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) telah mengatakan kepada New Strait Times bahwa mantan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Razak dipanggil ke markas anti-rasuah pada hari Minggu, untuk dimintai keterangannya mengenai pembelian kapal selam Scorpene-Class oleh pemerintahan Barisan Nasional (BN).

HARUS BACA :  Leonardo - Elbit Systems Lengkapi Seagull dengan Torpedo

Dengan pemanggilan Najib ini, maka secara efektif berarti MACC membuka kembali penyelidikannya atas pembelian 2 unit kapal selam kelas Scorpene senilai 4,67 miliar ringgit atau sekitar US $ 1,11 miliar yang telah mengundang kontroversi.

Bekas Perdana Menteri tersebut menghabiskan waktu selama empat jam di markas anti rasuah Malaysia (MACC) setelah sebelumnya tiba pada pukul 09.23 waktu setempat. Kendaraan yang mengangkutnya terlihat meninggalkan lokasi pada pukul 13.15 sore.

HARUS BACA :  Indonesia Siap Jadi Mediator Selesaikan Krisis Myanmar

Sumber itu mengatakan beberapa individu lain diharapkan dipanggil untuk membantu penyelidikan termasuk “pengamat politik” Abdul Razak Baginda yang diduga terlibat dalam proses transaksi 2 Scorpene tersebut.

Dua kapal selam pertama kelas Scorpene buatan DCSN Prancis dibeli pada tahun 2002 silam ketika Najib manjabat sebagai menjadi Menteri Pertahanan Malaysia.

Dia dikatakan telah mengawasi pembelian, dan termasuk pembelian kapal selam kelas Agosta untuk tujuan pelatihan dari DCNS Prancis senilai hampir £ 1 miliar atau sekitar US $ 1,17 miliar.

HARUS BACA :  Kasal Resmikan Pangkalan Angkatan Laut Mamuju

Sebelumnya, Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng mengatakan bahwa dia telah diberitahu oleh duta besar Prancis untuk Malaysia, Frederic Laplanche bahwa saat ini pengadilan Prancis akan mengejar skandal korupsi pengadaan Scorpene.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here