Kapal Selam Nuklir China Belum Sekuat Yang Dikira Pentagon

Kapal Selam kelas Jin China

Pengamat Barat kemungkinan telah meremehkan jumlah kapal selam nuklir yang dibangun China tetapi terlalu melebih-lebihkan tentang berapa banyak kapal yang operasional. Analisis terbaru menunjukkan hanya separuh dari SSBN China yang beroperasi.

Foto-foto Galangan Kapal Bohai dan Fasilitas Angkatan Laut Longpo yang dihasilkan Planet Labs menunjukkan bahwa “China belum memiliki alat pencegah berbasis laut yang kredibel,” kata Catherine Dill dari Pusat Studi Nonproliferasi James Martin di Institut Studi Internasional Middlebury di Monterey.

HARUS BACA :  Pindad Tetap Gaet Turki Garap Proyek Medium Tank

Dua dari empat kapal selam kelas JIN China (atau Type 094)  tampaknya tidak beroperasi dan sedang menjalani pemeliharaan atau perbaikan di galangan kapal Bohai.

“Hal ini menunjukkan kepada kami bahwa kredibilitas [kapal selam] masih dipertanyakan,” katanya sebagaimana dilaporkan Defense One Rabu 21 November 2018.

Hal ini membantah Laporan Pentagon tentang Militer China 2018 dan kelompok Chinapower CSIS, yang telah menyatakan bahwa Cina memiliki empat kapal selam type 094 yang beroperasi.

HARUS BACA :  Untuk Pertama Kalinya, Pakistan Ungkap Peranan Mereka dalam Pembunuhan Osama Bin Laden
Fasilitas Bohai Chinese Naval, menampilkan dua kapal selam kelas JIN, yang diambil pada tanggal 16 November 2018 oleh Planet Labs.

Tetapi Dill dan koleganya Jeffrey Lewis juga menemukan bahwa China memiliki satu lagi kapal selam nuklir dalam pembangunan.  Mereka mengamati total lima lambung dalam produksi, tiga di Longpo dan dua di galangan Bohai, menunjukkan bahwa China sedang dalam perjalanan untuk mencapai sasarannya delapan. Laporan Pentagon hanya menyebut empat kapal yang dibangun

HARUS BACA :  Masalah Khashoggi Bukan Hanya Urusan Riyadh-Ankara – Militer.or.id

“China terus memodernisasi program senjata nuklirnya, secara luas,” kata Dill. “Ada penekanan besar pada program SSBN karena semua senjata nuklir yang mereka hasilkan ada di sistem berbasis darat. Memperluas ke dalam SSBN ini memberi China kemampuan yang lebih fleksibel dan kredibel. ”

HARUS BACA :  TNI Siapkan Prajurit Terbaik Amankan Perwakilan RI di Luar Negeri

Dia menambahkan pengamatan ini tidak akan mungkin tanpa kualitas tinggi dari pencitraan Planet, yang memberi mereka 244 hari citra.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Nurul Teje
Nurul Tejehttps://www.militer.or.id
Sangat berminat kepada hal hal yang berbau alutsista Rusia dan Soviet. Mampu mendeskripsikan dengan baik pesawat pesawat tempur buatan Soviet dalam diskusi seru. Kontak jika mau ngopi bareng dan berbincang seru.

Latest articles

HARUS BACA :  Tiga Personel Militer Amerika Kembali Tewas di Afghanistan

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Dua Bomber B-52 Amerika Ada di Australia

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here