Eks Prajurit Guatemala Divonis Hukuman Penjara 5.160 Tahun

Santos Lopez/ Publinews

Seorang eks prajurit Guatemala divonis hukuman penjara 5.160 tahun karena telah melakukan pembantaian massal terhadap 171 orang.

Pembantaian tersebut dianggap sebagai salah satu kekejaman paling buruk dalam perang saudara selama 36 tahun di negara itu.

Majelis jaksa pada putusan Rabu 21 November 2018 mengatakan bahwa bekas tentara itu, Santos Lopez, terlibat dalam pembunuhan massal pada 1982 terhadap hampir separuh dari pria, wanita dan anak-anak penduduk desa petani Dos Erres.

HARUS BACA :  Senjata Israel Termasuk yang Diserahkan Teroris ke Tentara Suriah

Lopez dituduh menjadi bagian dari pasukan Patroli Khusus Kaibiles, yang dikerahkan ke Dos Erres untuk mencari anggota kelompok gerilya, yang sebelumnya menyergap iringan militer.

HARUS BACA :  Susul Jepang, Kapal Selam Korea Selatan Segara Gunakan Baterai Lithium

Ketika pasukan patroli gagal menemukan gerilyawan atau senjata api, mereka menarik penduduk desa keluar dari rumah dan memerkosa remaja putri, kata jaksa. Untuk menutupi pemerkosaan itu, pasukan membunuh hampir separuh penduduk di sana.

HARUS BACA :  Amerika Kembali Tegaskan Tak Khawatir dengan S-300 Suriah

Pembunuhan massal itu dilancarkan pada masa kepemimpinan diktator militer Guatemela, Rios Montt.

Montt meninggal pada April. Ia saat itu dituduh melakukan pemunahan. Dakwaan tersebut dikenakan terhadapnya dalam salah satu tahap paling berdarah pada konflik masa Perang Dingin, yang berlangsung sejak 1960 hingga 1996.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

HARUS BACA :  Amerika Akui Punya Opsi Serang Iran
Nurul Tejehttps://www.militer.or.id
Sangat berminat kepada hal hal yang berbau alutsista Rusia dan Soviet. Mampu mendeskripsikan dengan baik pesawat pesawat tempur buatan Soviet dalam diskusi seru. Kontak jika mau ngopi bareng dan berbincang seru.

Latest articles

44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Spanyol Bergabung ke Jet Tempur Franco-Jerman, Italia Belanda ke Tempest?

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here