Nilai Kerusakan Kapal Induk Rusia Senilai Rp15,5 Miliar

The Admiral Kuznetsov aircraft carrier is seen in the PD-50 dry dock in the village of Roslyakovo in 2011.
The Admiral Kuznetsov aircraft carrier is seen in the PD-50 dry dock in the village of Roslyakovo in 2011. (TASS)

Kapal induk Admiral Kuznetsov mengalami kerusakan senilai 70 juta rubel (Rp15,5 miliar) dalam insiden di dermaga apung PD-50 pada 29 Oktober lalu. Ada 52 titik kerusakan pada kapal tersebut.

Dilansir dari laman Sindonews (23/ 11), Insiden itu terjadi saat kapal sedang menjalani perbaikan yang dikerjakan oleh perusahaan United Ship-Building Corporation. Kepala perusahaan, Alexei Rakhmanov, kepada kantor berita TASS mengumumkan nilai kerusakan tersebut pada hari Kamis.

“Komisi (yang dibentuk untuk memperkirakan kerusakan) menyatakan sebanyak 52 kerusakan. Secara keseluruhan, pemulihan kapal akan menelan biaya sekitar 70 juta rubel, ini disebut kategori kerusakan yang tidak berarti dalam anggaran modernisasi Admiral Kuznetsov,” ujarnya.

HARUS BACA :  Rusia Peringatkan AS, Soal Serangan ke Pasukan Rusia-Suriah

Empat orang terluka dalam insiden tersebut. “Kami belum menemukan sesuatu yang serius yang mungkin memerlukan perpanjangan masa perbaikan atau tidak dapat dipulihkan,” kata Rakhmanov.

“Perbaikan itu direncanakan akan selesai pada akhir 2020 dan uji coba dijadwalkan pada 2021. Kapal perang itu direncanakan akan dikirimkan ke Angkatan Laut pada pertengahan tahun 2021,” imbuh bos United Ship-Building Corporation tersebut.

HARUS BACA :  Alat Komunikasi Canggih Pasukan Katak Koarmatim

Seperti diberitakan sebelumnya, dermaga apung PD-50—tempat perbaikan kapal induk Admiral Kuznetsov—di Nurmansk mulai tenggelam dalam sebuah insiden kerja pada 29 Oktober 2018. Dermaga apung itu secara keseluruhan tenggelam pada 30 Oktober.

Menurut informasi awal, dek untuk lepas landas jet tempur pada kapal induk itu rusak oleh derek yang jatuh. Kapal itu bergegas dipindahkan dan sekarang berada di Pabrik Reparasi Kapal ke-35.

PD-50 adalah salah satu dermaga apung terbesar di dunia dan terbesar di Rusia. Dermaga itu dibangun di Swedia pada tahun 1980 atas perintah dari Angkatan Laut Soviet.

HARUS BACA :  Wow, Marinir Indonesia-Amerika Latihan Perang Bersama

Panjang dermaga 330 meter dan lebarnya 67 meter. PD-50 memiliki kapasitas pengangkatan 80.000 ton. Dermaga apung ini memiliki luas 22,1 km persegi, yang kurang lebih seukuran Lapangan Merah (Red Square) di Moskow.

Sedangkan kapal induk Admiral Kuznetsov mulai beroperasi pada tahun 1990. Kapal itu menggantikan pendahulunya yang bobotnya 58.000 ton. Kapal yang kecepatannya sedang dikembangkan menjadi 30 knot ini dipersenjatai dengan sistem rudal anti-kapal dan sistem pertahanan udara.

Kapal yang pernah menjalankan misi tempur anti-ISIS di Suriah ini memiliki awak hingga 1.300 personel.

Editor: ()

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here