Turki Menentang Rencana Tempat Pengawasan AS di Suriah Utara

Turki Menentang Rencana Tempat Pengawasan AS di Suriah Utara

dok. USMC menembakkan Howitzer M777 di Suriah Utara, sebagai bagian Operasi Inherent Resolve, 2017. (U.S. Marine Corps via commons.wikimedia.org)

Ankara, Turki, Militer.or.id – Turki telah berulangkali menyampaikan “ketidak-nyamanannya” kepada para pejabat AS mengenai tempat pengawasan yang direncanakan Washington di Suriah Utara, kata menteri pertahanan Turki pada Sabtu, 24-11-2018, dirilis Antara.

Ketika berbicara dengan Kantor Berita Anadolu setelah upacara untuk memperingati Hari Guru di Turki, Hulusi Akar mengatakan ia berbicara dengan Jend. Joseph Dunford pimpinan Kepala Staf Gabungan AS pada Ahad lalu di sisi Halifax International Security Forum di Kanada mengenai tempat pengawasan yang direncanakan AS di perbatasan Suriah.

“Kami telah menyatakan bahwa tempat pengawasan yang akan didirikan oleh tentara itu di perbatasan Suriah akan memiliki dampak yang sangat negatif. Dan selama pembahasan tersebut, kami menyatakan bahwa itu dapat mengarah kepada pendapat bahwa tentara AS berusaha melindungi anggota kelompok teroris YPG serta membentengi mereka,” ia menambahkan, sebagaimana dikutip Kantor Berita Anadolu yang dipantau Antara pada Sabtu malam di Jakarta.

Akar mengatakan tindakan itu akan membuat situasi yang sudah rumit di wilayah tersebut “jadi jauh lebih rumit lagi” dan menambahkan bahwa tak ada keperluan untuk itu. Menteri pertahanan tersebut mengatakan Angkatan Bersenjata Turki melakukan semua tindakan yang mungkin untuk melindungi negeri itu dari segala jenis ancaman, termasuk dari luar perbatasan.

“Kami berharap sekutu AS kami memutuskan hubungan mereka dengan kelompok teroris YPG, yang tidak berbeda dengan PKK, sesegera mungkin,” ia menambahkan. YPG adalah cabang PKK di Suriah, kelompok yang dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa. PKK telah melancarkan aksi teror selama 30 tahun dan merenggut tak kurang dari 40.000 nyawa.

AS telah menyatakan YPG/PKK adalah “sekutu” dalam perang melawan Da’esh (ISIS), sementara Turki keberatan dan menyatakan, “Anda tak bisa menggunakan satu kelompok teroris untuk memerangi kelompok teroris lain.” Turki telah berulangkali meyampaikan bukti bahwa YPG tidak berbeda dengan PKK.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

administrator
Menyebarkan berita berita <a><b>Militer Indonesia</b></a> dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *