Kepala Tentara Inggris: Ancaman Rusia Lebih Besar dari ISIS

0
275

General Mark Carleton-Smith. (Ministry of Defence via commons.wikimedia; https://commons.wikimedia.org/w/index.php?search=General+Mark+Carleton-Smith&title=Special:Search&go=Go#/media/File:Mark_Carleton-Smith.jpg)

Kepala Tentara Inggris menyebut Rusia kini menjadi “ancaman yang jauh lebih besar” bagi keamanan nasional Inggris daripada kelompok ISIS.

Dalam sebuah wawancara dengan Daily Telegraph, Jenderal Mark Carleton-Smith mengatakan bahwa Inggris tidak bisa lengah tentang ancaman yang diajukan Rusia.

“Orang-orang Rusia berusaha untuk mengeksploitasi kerentanan dan kelemahan di mana pun mereka mendeteksinya,” katanya.

Inggris menyalahkan Rusia atas keracunan Salisbury dan beberapa serangan cyber.

HARUS BACA :  Pentagon Potong Biaya Tambahan Untuk Ekspor Alutsista

Pada bulan Maret, mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal – yang menjual rahasia ke MI6 – dan putrinya Yulia selamat setelah diracun. Pada bulan Oktober, pemerintah Inggris menuduh intelijen militer Rusia (GRU) berada di balik empat serangan siber terhadap target yang sangat penting, termasuk Partai Demokrat AS dan jaringan TV kecil di Inggris.

Rusia membantah terlibat dalam keracunan Skripal dan menyebut tuduhan serangan siber sebagai “fantasi yang kaya”.

Dalam wawancara pertamanya sejak ditunjuk sebagai Kepala Staf Umum pada bulan Juni, Jenderal Carleton-Smith mengatakan bahwa Rusia “tak terbantahkan” merupakan ancaman yang lebih besar daripada kelompok teroris Islam seperti Al-Qaeda dan ISIS.

HARUS BACA :  Rusia Tak Percaya Bila Senjata Laser AS Mampu Cegat Rudal

“Rusia telah memulai upaya sistematis untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi kerentanan Barat, khususnya di beberapa wilayah non-tradisional siber, ruang angkasa, peperangan bawah laut,” katanya.

Mantan komandan SAS itu lulus dari akademi militer Sandhurst pada tahun-tahun terakhir Perang Dingin. Dia memimpin pencarian Osama bin Laden menyusul serangan teror 9/11 dan berada di garis depan dalam serangan Inggris untuk menghancurkan ISIS di Irak dan Suriah.

HARUS BACA :  India Batal Membeli 12 Kapal Penyapu Ranjau Korea Selatan

Rusia sebelumnya telah dikecam oleh para pemimpin dunia atas aneksasi Crimea dan perannya dalam konflik di Ukraina. Moskow juga dituduh ikut campur dalam pemilihan presiden AS tahun 2016. Putin juga membantah tuduhan Inggris bahwa dua tersangka dalam keracunan Skripal berkaitan dengan GRU.

Sumber: BBC

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here