Kelahiran Kapal Selam Ini Sempat Membuat NATO Gentar

Kapal Selam Kelas Lira Rusia

Kapal selam menjadi kekuatan penting saat era Perang Dingin dan harus diakui dalam bidang ini Uni Soviet berada jauh di belakang Amerika Serikat pada awal-awal persaingan kala itu.

Meskipun Soviet memperoleh beberapa jenis kapal selam paling canggih milik Jerman menjelang akhir perang, Amerika Serikat telah mengumpulkan banyak pengalaman dalam praktik perang kapal selam dari Perang Pasifik dan Pertempuran Atlantik.

Dikombinasikan dengan keunggulan teknologi lainnya, Amerika Serikat melompat keluar untuk memimpin dalam teknologi kapal selam (terutama kapal selam nuklir) dalam dua dekade pertama dari Perang Dingin.

Secara khusus, awal kapal selam nuklir Soviet berjuang untuk bersaing dengan Barat dalam hal siluman dan kehandalan. Setelah beberapa desain pertama datang, Soviet memutuskan untuk melakukan kombinasi keandalan dan teknologi tinggi sangat berisiko.

HARUS BACA :  Rudal AGM-158B, Sebiji Harganya Rp12 Miliar, Lalu Apa Kehebatannya?

Bagian brute-force berarti membangun kapal selam yang bisa bergerak lebih cepat dan menyelam lebih dalam daripada kapal selam Barat; bagian teknologi tinggi berarti desain lambung yang inovatif, desain reaktor dan manipulasi material.

Hasilnya adalah Type 705 Kelas Lyra (dikenal sebagai Alfa di NATO), sebuah kapal selam yang oleh Barat sebagai ancaman yang sangat serius.

alfa

SEJARAH KELAHIRAN

Dengan kelas Lyra, Soviet berusaha untuk mencapai beberapa tujuan. Pertama, mereka ingin menghasilkan senjata yang mampu mengubah karakter perang angkatan laut di Atlantik Utara dan Kutub Utara, senjata yang bisa mengancam keunggulan luar biasa dari kapal permukaan angkatan laut NATO.

HARUS BACA :  Iran Luncurkan Destroyer Siluman

Tidak seperti kapal selam Barat, yang menyukai platform multirole, kapal selam Soviet didedikasikan untuk satu misi yakni melakukan  “intersepsi” berkecepatan tinggi terhadap skuadron permukaan NATO, terutama kelompok tempur kapal induk.

HARUS BACA :  Rusia Tak Punya Lagi Dermaga Kering untuk Menampung Kapal Induk Admiral Kuznetsov

Tujuan kedua, Soviet ingin melakukan lompatan pengembangan teknologi, menghasilkan inovasi yang menggabungkan kapal selam masa depan, meski hanya dengan cara sedikit demi sedikit.

Tujuan ketiga bersifat insidental adalah yakni untuk memaksa angkatan laut NATO untuk menghabiskan uang dan waktu beradaptasi dengan ancaman Kelas Lyra.

Kelas Lyra memiliki dua kriteria. Desain interim (kapal selam rudal jelajah kelas K-162 “Papa”), yang di Lyra  menggunakan lambung titanium untuk menghasilkan toleransi yang diperlukan untuk kecepatan tinggi dan untuk menyelam pada kedalaman ekstrim. Untuk menjaga ukuran kru tetap kecil, kelas Lyra menggunakan teknologi canggih untuk mengotomatisasi sistem kunci, keputusan yang juga meningkatkan kecepatan reaksi tempur kru, meskipun untk perbaikan dan pemeliharaan di laut sangat sulit.

HARUS BACA :  Eropa Menolak Jadi Arena Perlombaan Nuklir Amerika-Rusia

Untuk mencapai kecepatan tinggi, Alfa menggunakan desain reaktor lead-cooled cepat yang sangat inovatif. Hal ini memungkinkan kekuatan listrik besar di ruang yang kecil. Namun, hal ini juga menciptakan masalah pemeliharaan mengejutkan, yang hanya sebagian kecil bisa diselesaikan oleh kru di laut. Bahkan di pelabuhan Angkatan Laut Soviet berjuang untuk menjaga Alfa tetap dalam pelayanan.

HARUS BACA :  Eropa Menolak Jadi Arena Perlombaan Nuklir Amerika-Rusia
NEXT: PRESTASI DAN REAKSI NATO

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Nurul Teje
Nurul Tejehttps://www.militer.or.id
Sangat berminat kepada hal hal yang berbau alutsista Rusia dan Soviet. Mampu mendeskripsikan dengan baik pesawat pesawat tempur buatan Soviet dalam diskusi seru. Kontak jika mau ngopi bareng dan berbincang seru.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here