Rusia Relokasi Sistem Rudal Pesisir ke Kota Kerch

Kompleks rudal pertahanan pesisir Kh-35 Bal Rusia. © MoD of Russian Federation

Militer.or.id – Sebuah iring-iringan perangkat keras militer Rusia, termasuk sistem rudal anti-kapal, telah terlihat bergerak menuju kota Kerch di Krimea, setelah penjaga perbatasan Rusia berhadapan dengan kapal Ukraina yang melanggar perbatasan Rusia, seperti dilansir dari laman Ria Novosti.

Video yang diperoleh Ruptly menunjukkan iring-iringan truk militer, serta beberapa sistem rudal pertahanan pesisir ‘Bal’, bergerak di sepanjang jalan di Krimea. Pasukan sedang dipindahkan ke daerah dekat kota Kerch, menyusul kejadian pada hari Minggu dengan sekelompok kapal Ukraina yang, telah meskipun peringatan berulang-ulang namun selalu melanggar perairan teritorial Rusia di Selat Kerch.

HARUS BACA :  Cina Kecam Inggris, HMS Albion Muncul di LCS

Sistem rudal ‘Bal’ dilengkapi dengan delapan rudal jelajah anti-kapal X-35, yang mampu menghancurkan kapal dengan bobot hingga 5.000 ton dalam jarak hingga 20 kilometer.

Video tersebut muncul beberapa jam setelah kepala Dinas Keamanan Ukraina (SBU) mengakui bahwa agen intelijen telah berada di kapal yang memasuki perairan Rusia.

FSB Rusia sebelumnya menuduh SBU melaksanakan atau mengoordinasikan “provokasi” dan juga mengakui bahwa salah satu dari dua perwira SBU telah ditahan dan diinterogasi setelah pengejaran selesai.

HARUS BACA :  Indonesia Tidak Diam Atas Masalah Muslim

Moskow mengatakan bahwa kapal-kapal Ukraina itu dilarang melewati selat sempit seperti yang diminta dan melakukan manuver berbahaya serta mengabaikan perintah penjaga perbatasan Rusia.

Setelah terjadi kejar-kejaran yang intens selama berjam-jam dan upaya penerobosan kapal-kapal Ukraina yang diblokir, para penjaga tidak melihat opsi selain melepaskan tembakan dan menyita kapal-kapal itu. Beberapa orang Ukraina yang menerima luka tembak segera dilarikan dan dirawat di rumah sakit.

HARUS BACA :  Ton Tangkas Kotingen Divif 2 Kostrad Disambut Meriah

Kiev menuduh Rusia melakukan “agresi” dan, pada hari Senin, memberlakukan darurat militer di wilayahnya yang berbatasan dengan Rusia serta di sepanjang pantai Laut Hitam dan Laut Azov.

Moskow pun menuduh Kiev telah melancarkan provokasi yang direncanakan dan bertujuan memperkeruh konflik antara dua tetangga dan membenarkan pengenaan undang-undang darurat militer menjelang pemilihan presiden pada bulan Maret.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Roy Prasetyahttps://militer.or.id
NKRI adalah harga mati! Demikian menjadi prinsip hidup penulis lepas ini. Berminat terhadap segala macam teknologi militer sejak kelas 5 SD, ketika melihat pameran Indonesian Air Show 1996.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here