Amerika Jual THAAD ke Arab Senilai Rp215 Triliun

Arab Saudi menandatangani surat penawaran dan penerimaan dengan Amerika Serikat untuk pembelian sistem rudal THAAD Lockheed Martin.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang dikonfirmasi CNBC International mengatakan ini adalah sebuah langkah maju yang signifikan dalam kesepakatan senilai US$15 miliar atau sekitar Rp 215 triliun.

“Setelah menyelesaikan pemberitahuan kongres yang diperlukan pada tahun 2017, diikuti dengan negosiasi selama berbulan-bulan, menandatangani surat penawaran dan tanda penerimaan merupakan langkah untuk melindungi Amerika dan mitra regionalnya dari rudal-rudal asal Iran,” kata juru bicara tersebut

HARUS BACA :  Takut Sanksi Amerika, Filipina Pilih Beli 16 Black Hawk

“Penjualan sistem pertahanan rudal THAAD [Terminal High Altitude Area Defense] menguntungkan keamanan nasional Amerika dengan mendukung keamanan jangka panjang Arab Saudi dan wilayah Teluk dalam menghadapi ancaman rudal balistik yang berkembang dari rezim Iran dan kelompok ekstremis yang didukung Iran,” kata juru bicara itu.

Para pejabat Saudi dan Amerika menandatangani perjanjian penting antara pemerintah kedua negara awal pekan ini. Penandatanganan ini membuka jalan bagi penjualan besar-besaran 44 peluncur, rudal, dan peralatan terkait THAAD.

Diproduksi oleh Lockheed Martin,  THAAD , adalah sistem pertahanan rudal anti-balistik yang sangat canggih. Sistem nii dirancang untuk menembak jatuh rudal jarak pendek, sedang, dan menengah dalam fase terminal mereka. Interseptor THAAD tidak membawa hulu ledak, dan mengandalkan energi kinetik untuk menghancurkan rudal musuh.

HARUS BACA :  Kapal Selam Triomphant Prancis dan Vanguard Inggris Pernah Tabrakan, Kok Bisa?
HARUS BACA :  Alih Komando dan Pengendalian 8 Pangkalan TNI AU

Perkembangan ini terjadi ketika Arab Saudi disorot karena masalah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, serta perannya dalam perang di Yaman.  Presiden Amerika Donald Trump telah berjuang keras untuk menyelamatkan penjualan senjata ke Arab Saudi yang nilainya cukup besar.

Arab Saudi adalah negara monarki kaya minyak yang merupakan salah satu mitra strategis paling penting bagi Amerika dan pelindung yang signifikan dari perusahaan pertahanan Amerika karena Arab adalah pembeli utama senjata buatan mereka.

HARUS BACA :  Malaysia Belajar Teknologi Pembuatan Satelit Indonesia

Pekan lalu, dalam sebuah pernyataan yang mengejutkan, Trump menegaskan bahwa Amerika  akan terus mendukung Arab Saudi. Ia juga mengomentari dampak potensial terhadap perusahaan pemasok pertahanan jika Amerika akan menjatuhkan sanksi kepada Arab atas pembunuhan Khashoggi.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Nurul Teje
Nurul Tejehttps://www.militer.or.id
Sangat berminat kepada hal hal yang berbau alutsista Rusia dan Soviet. Mampu mendeskripsikan dengan baik pesawat pesawat tempur buatan Soviet dalam diskusi seru. Kontak jika mau ngopi bareng dan berbincang seru.

Latest articles

HARUS BACA :  Iran Luncurkan Destroyer Siluman

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here