Soal Perjanjian Nuklir, Amerika Ultimatum Rusia

Novator 9M729

Amerika Serikat memberikan ultimatum kepada Rusia untuk segera memenuhi perjanjian senjata nuklir, Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty (INF) dalam 60 hari ke depan. Menurut Washington hanya Rusia yang dapat menyelamatkan perjanjian dengan tujuan untuk menjauhkan rudal nuklir ke Eropa.

NATO yang dipimpin Jerman mendesak Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo dalam pertemuan di Brussel untuk memberikan satu tekanan diplomasi ke Rusia sebelum AS keluar dari perjanjian nuklir yang ditandatangani pada 1987 itu. Keputusan Amerika menarik diri dari INF dianggap akan menciptakan perlombaan senjata nuklir dengan Rusia.

“Rusia memiliki kesempatan terakhir untuk menunjukkan cara yang dapat diverifikasi untuk memenuhi isi perjanjian, tapi kami juga mulai bersiap atas kemungkinan perjanjian ini akan bubar,” kata Sekretaris Jendral NATO Jens Stoltenberg, Rabu 5 Desember 2018.

Para menteri luar negeri NATO sepakat untuk menyatakan secara resmi Rusia telah melanggar isi perjanjian INF untuk mendukung Amerika. Kesepakatan ini diumumkan setelah Pompeo menjelaskan kepada mereka di Markas Besar NATO atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan Ruisa dan tujuan Presiden Amerika  Donald Trump ingin menarik diri dari INF.

HARUS BACA :  Dermaga Pangkalan Pondok Dayung Diresmikan

Rusia membantah telah mengembangkan rudal jelajah jarak menengah yang dapat membawa hulu nuklir serta meledakkan kota-kota di Eropa dalam waktu singkat. Jerman, Belanda, Belgia khawatir jika Amerika menempatkan rudal mereka di Eropa justru dapat menciptakan perlombaan pengembangan senjata nuklir antara Amerika dan Rusia. Hal ini pernah dilakukan pada 1980-an yang mengakibatkan unjuk rasa besar-besaran anti-Amerika di Eropa.

HARUS BACA :  Dolar Jalan Terakhir, Rusia Alihkan Semua Kontrak Senjata Menggunakan Rubel

Keluarnya Amerika dari perjanjian INF akan menjadi tekanan baru untuk NATO setelah sebelumnya Trump meminta badan pertahanan internasional tersebut meningkatkan anggaran mereka. Hal itu memicu kritik dari diplomat-diplomat di NATO yang mengatakan tidak adanya kejelasan dari Trump mengenai isu tersebut.

Sementara itu, Stoltenberg mengatakan untuk sekarang ini mereka akan memberikan tekanan diplomatik yang intensif kepada Rusia untuk menyerahkan apa yang Pompeo sebut sebagai ‘beberapa batalion rudal SSC-8’. Stoltenberg mengatakan Amerika akan mulai menarik diri pada Febuari 2019, enam bulan periode penarikan diri sesuai dengan kesepakatan INF.

HARUS BACA :  Sertijab Tiga Pejabat Teras Mabes TNI – Militer.or.id

“Jaraknya membuat menjadi ancaman langsung bagi Amerika ,” kata Pompeo tentang rudal Rusia yang disebut Novator 9M729 sebagaimana dilaporkan Reuters.

Ia menambahkan tindakan Rusia ini menjadi ancaman atas keamanan nasional Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Para ahli militer mengatakan rudal Rusia tersebut sulit dideteksi dan ditembakkan melalui kendaraan yang bisa berpindah-pindah. Rudal Rusia sangat berbahaya karena mempersingkat peringatan sistem pertahanan udara NATO agar dapat menembak jatuh rudal tersebut.

Pompeo mengatakan pemerintah Amerika telah mengajukan persoalan tersebut kepada Rusia sebanyak 30 kali sejak 2013. Tapi, Rusia selalu membantahnya dan menyerang balik. Ia juga mengatakan Amerika memiliki bukti Rusia telah melakukan uji coba rudal tersebut dari salah satu tempat peluncuran mereka di Rusia, di sebelah tenggara Moksow.

HARUS BACA :  Pesawat Latih Baru USAF Akan Segera Diumumkan

“Dalam fakta yang terang benderang ini, Amerika Serikat menyatakan Rusia telah melanggar perjanjian dan akan menangguhkan kewajiban kami, efektif selama 60 hari ke depan kecuali Rusia kembali mematuhinya dan dengan cara yang dapat diverifikasi,” kata Pompeo.

HARUS BACA :  Pembaretan 384 Prajurit Marinir – Militer.or.id

Pemerintahan Amerika mengatakan terpaksa harus menyeimbangkan kembali militer di Eropa jika Rusia tidak memenuhi perjanjian INF dalam 60 hari ke depan. Tapi, Pompeo menolak untuk menjelaskannya, ia hanya mengatakan uji coba dan penempatan rudal-rudal baru akan ditunda sampai waktu 60 hari tersebut.

Dia juga mengatakan karena China, Iran, dan Korea Utara tidak bergabung dalam INF maka Amerika Serikat rugi tidak mengembangkan rudal jelajah jarak menengah. Ia menyinggung tentang tiga upaya diplomatik yang gagal dalam memperluas anggota perjanjian ini.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Nurul Teje
Nurul Tejehttps://www.militer.or.id
Sangat berminat kepada hal hal yang berbau alutsista Rusia dan Soviet. Mampu mendeskripsikan dengan baik pesawat pesawat tempur buatan Soviet dalam diskusi seru. Kontak jika mau ngopi bareng dan berbincang seru.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Kapal Selam Nuklir China Belum Sekuat Yang Dikira Pentagon

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here