Ukraina uji coba peluncuran sistem rudal pertahanan udara S-125 Upgrade di Odesa Oblast pada 5 Desember 2018 © Kemhan Ukraina

Militer.or.id – Terinspirasi dengan keberhasilan Rusia melakukan modernisasi sistem pertahanan udara tua di Suriah, produsen pertahanan asal Ukraina melakukan putaran baru pengujian sistem rudal permukaan-ke-udara S-125 yang dimodernisasi, di lapangan tembak Odesa Oblast pada 5 Desember 2018, seperti dilansir dari Kyiv Post.

Menurut Kepala Dewan Pertahanan dan Keamanan Ukraina, Olexandr Turchynov kini militer negara itu berhasil melaksanakan uji rudal pertahanan udara dan pertahanan pesisir di daerah tersebut.

“Tugas yang ditetapkan hari ini untuk pengujian rudal jelajah adalah buat menunjukkan jangkauan efektif mereka dan jangkauan terdekat mereka dalam melibatkan target di atas air”, kata pejabat itu saat briefing pers setelah tes.

Uji peluncuran rudal jelajah Neptune di Odesa Oblast © Kemhan Ukraina

Neptune berhasil menghancurkan target pada jarak 280 kilometer, katanya.

Meskipun spesifikasinya adalah sebagai sistem rudal pertahanan udara, S-125 Pechora juga terlibat melawan target permukaan di Laut Hitam.

“C-125 yang dimodernisasi telah membuktikan keefektifannya,” kata Turchynov.

Kepala Dewan Keamanan Pertahanan Ukraina, Olexander Turchynov (tengah) saat uji coba S-125 Upgrade di Odesa Oblast © Kemhan Ukraina

Sistem rudal pertahanan udara S-125 Upgrade Angkatan Bersenjata Ukraina © Kemhan Ukraina

“Ada 8 peluncuran, dengan 8 target di atas air. Ini adalah hasil yang sangat baik yang menunjukkan bahwa kompleks modern ini mampu memastikan perlindungan yang kuat terhadap agresi baik dari udara dan laut, dan bahwa mereka akan sangat memperkuat pertahanan pesisir Laut Hitam dan Azov”, kata Turchynov.

Menurut data produsen pertahanan Ukraina, UkrOboronProm, Neptune adalah rudal jelajah subsonik yang dikembangkan berdasarkan proyek Kh-35, rudal anti-kapal yang rancangan Uni Soviet yang belum selesai yang mana di kemudian hari dipergunakan Rusia pada tahun 2003.

Neptune dirancang oleh biro desain Luch dan diproduksi oleh Pabrik Artem di Kyiv, rudal jelajah subsonik itu dilaporkan mampu menenggelamkan kapal perang dengan bobot hingga 5.000 ton yang akan mencakup semua kapal pendarat dan fregat Rusia yang saat ini beroperasi.

Rudal itu melakukan uji penerbangan perdana pada akhir Maret 2016 dan peluncuran uji coba lainnya yang sukses diadakan pada akhir Januari 2018 silam.

Sistem rudal permukaan-ke-udara S-125 Pechora buatan Soviet yang dioperasikan sejak awal 1960-an secara luas dikenal karena memastikan perlindungan yang sangat mobile terhadap target udara yang bergerak pada kecepatan hingga 1.500 km/jam. Sistem ini memiliki jangkauan efektif antara 12 – 35 km pada ketinggian antara 100- 5.000 meter.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here