OTO Melara MARLIN, Canggihnya Senjata Utama Kapal Patroli TNI AL

08 Juli 2017

OTO Melara MARLIN (Modular Advanced Remotely Controlled Lightweight Naval Weapon Station), sistem senjata kaliber 30mm (all photos : ARC)

Ada yang istimewa dalam acara peresmian KRI Kurau pada Kamis (06/07) pagi. Di haluan kapal bertengger sebuah sistem senjata kaliber 30mm. TNI AL rupanya memilih sistem senjata canggih buatan Leonardo, induk dari perusahaan OTO Melara untuk mempersenjatai kapal-kapal patrolinya. Pilihan tersebut menandakan keseriusan TNI AL untuk memilih senjata terbaik bagi alutsista yang dimilikinya.

Sistem senjata tersebut bernama MARLIN (Modular Advanced Remotely Controlled Lightweight Naval Weapon Station). Sistem ini mengintegrasikan komponen kubah, sistem elektro optik sebagai sarana bidik, kanon tembak cepat, dan bahkan rudal anti pesawat.


Disebut modular karena pembeli bebas memilih kombinasi senjata terpasang. Mau kanon 25mm atau 30mm, bisa. Mau pakai rudal seperti MBDA Mistral? Bisa-bisa saja, semua tergantung kepada dana dan kemauan pembeli. TNI AL sendiri memilih kanon 30mm sebagai opsi senjata utama di kapal patrolinya.

Sejatinya, sistem MARLIN sendiri bisa dikendalikan menggunakan sistem manual atau otomatis. Jika manual, maka awak kapal yang bertugas sebagai juru tembak akan mengendalikan sistem kendali penembakan optik jenis Medusa MK4/B EO FCS. Sistem ini bisa menjejak sasaran di permukaan dan udara lalu memberikan solusi penembakan yang akurat.


Juru tembak mengendalikan MARLIN menggunakan joystick sambal melihat pada layar tampilan yang bisa diubah-ubah antara tampilan siang normal atau tampilan thermal. Penentuan jarak ke sasaran dilakukan secara otomatis berkat bantuan laser rangefinder. Perputaran servo yang cepat membuat kubah ini bisa mengikuti sasaran udara yang bergerak cepat.

Kemungkinan penggunaan MARLIN lainnya adalah menghadapi kapal-kapal yang menggunakan taktik keroyokan (swarm boat) yang datang dari segala arah. Bobot dari sistem MARLIN NWS sendiri hanya ada di kisaran 1,2 ton dan tanpa perlu menyediakan ruang di bawah dek, sehingga mengurangi kebutuhan untuk melakukan redesain pada kapal.

(ARC)

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here
HARUS BACA :  Queensland Training Area for SAF Set to be Smaller