Unit Pertahanan Siber ATM Hampir Siap

26 Oktober 2016

Penyelesaian pertahanan siber ATM sudah mencapai 90% (photo : orangmuda)

KUALA LUMPUR  – Kementerian Pertahanan memandang ke hadapan dalam pelaksanaan langkah proaktif penubuhan Unit Khas Pertahanan Siber Angkatan Tentera Malaysia (ATM) sejak tahun lalu yang kini menjangkau tahap perkembangan lebih 90 peratus.

Menterinya, Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein berkata, inisiatif yang dibangunkan untuk melindungi serta mencegah sistem pertahanan negara daripada diserang atau diceroboh itu diyakini berada pada tahap memberangsangkan.

“Kita telah merancang selama tiga tahun dan ia sangat khusus, tidak murah selain tidak banyak kuasa di luar sana yang mempunyai keupayaan atau bersedia untuk berkongsi dengan kita kecuali mereka percaya dan yakin bahawa Malaysia berhaluan strategik.

“Jika inisiatif ini berjalan lancar seperti dirancang, saya boleh katakan Malaysia akan menjadi salah satu negara utama di rantau ini dalam memacu aspek pertahanan siber tetapi butirannya tidak akan saya umumkan atas sebab sekuriti dan sensitiviti teknologi yang kita usahakan,” katanya.

Beliau berkata demikian dalam sidang akhbar selepas merasmikan perhimpunan bulanan dan Hari Inovasi peringkat Kementerian Pertahanan 2016 di Wisma Perwira di sini hari ini.

Menurut Hishammuddin, da­lam usaha memerangi ancaman kumpulan militan Daesh, pihak­nya akan mengadakan pertemuan dalam tempoh beberapa minggu lagi dan menjalin kerjasama rapat dengan pemimpin Arab Saudi iaitu Timbalan Putera Mahkota Mohammad Salman dan Menteri Dalam Negerinya, Putera Mahkota Mohammad Naef.

“Banyak perkara yang perlu diteliti dalam menghadapi Daesh dan IS, ini termasuk ancaman siber tetapi apa yang lebih penting adalah bagaimana kita membidas ideologi mereka maka Malaysia akan bekerjasama dengan Arab Saudi dalam menangani ekstremis, militan dan Islamofobia di seluruh dunia,” katanya.

Pesawat MRCA

Sementara itu, menjawab kemungkinan pembelian pesawat tempur pelbagai guna (MRCA), katanya, kementerian perlu melihat dari tiga aspek iaitu teknikal, kemampuan serta tawaran dalam konteks offset untuk dipertimbangkan.

“Dari segi teknikal, pihak kepakaran kita akan membuat penilaian untuk melihat kesesuaian pesawat berkenaan tetapi kita juga perlu lihat kemampuan dari sudut ekonomi dan rundingan daripada negara terlibat dari segi apa yang ditawarkan dalam konteks offset untuk membantu industri pertahanan,” ujarnya.

(Utusan)

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Indonesia, Russia Locked in ‘Intensive Talks’ Over Su-35 Fighter Jet Deal

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here
HARUS BACA :  Ujicoba Radar Baru Satradar Congot, Pesawat Singapura Terpantau