China Tak Akan Duduki Wilayah Baru di LCS

Militer.or.id – China Tak Akan Duduki Wilayah Baru di LCS.

Detasemen Militer Filipina yang mangkal di eks kapal BRP Sierra Madre yang ditambatkan di kepulauan Spratly, Laut China Selatan (Reuters)

Manila – China telah meyakinkan Filipina pihaknya tidak akan menduduki bagian atau wilayah baru di Laut China Selatan, di bawah “ketentuan” baru yang diperantarai Manila pada saat kedua negara berupaya memperkuat hubungan, ujar Menteri Pertahanan Filipina.

Menteri Luar Negeri Filipina Alan Peter Cayetano juga mengatakan Filipina sedang meyusun “kesepakatan dagang” dengan China untuk menjajaki dan mendayagunakan sumber daya minyak dan gas di wilayah-wilayah Laut China Selatan yang disengketakan, agar mulai bisa melakukan pengeboran dalam waktu satu tahun.

HARUS BACA :  Indonesia Kecam Keras Serangan Israel ke RS Indonesia di Jalur Gaza – Militer.or.id

Menteri Pertahanan, Delfin Lorenzana, mengatakan Filipina dan China telah mencapai kesepakatan untuk berupaya menjalankan pertemanan di Laut China Selatan. Kesepakatan itu melarang ada pendudukan baru di wilayah kepulauan tersebut, ujarnya saat sidang kongres.

HARUS BACA :  Prajurit Kopassus, Bertahan di Bawah Tekanan dan Penderitaan

“Pihak China tidak akan menduduki bagian-bagian baru di Laut China Selatan ataupun melakukan pembangunan di Dangkalan Scarborough,” ujar Lorenzana kepada parlemen pada Senin malam, 14/8/2017. Ia mengacu Dangkalan itu sebagai wilayah penangkapan ikan utama yang dekat dengan Filipina dan diblokade China dari tahun 2012 hingga 2016.

HARUS BACA :  China Semakin Maju, AS Cari Senjata Hipersonik

China selama ini menyatakan negaranya sebagai pemilik hampir seluruh Laut China Selatan, yaitu wilayah transportasi laut yang setiap tahunnya menjadi jalur perdagangan senilai 3 triliun dolar AS.

Selain China, wilayah itu juga diklaim kepemilikannya oleh Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam.

China telah membangun tujuh pulau di atas karang-karang di wilayah yang disengketakan. Para pakar mengatakan tiga dari pulau-pulau tersebut dapat dilandasi pesawat-pesawat jet tempur. Pulau-pulau itu memiliki landasan pacu, radar serta peluru-peluru kendali dari darat ke udara, yang dikatakan China untuk kekuatan pertahanan mereka.

HARUS BACA :  Bakker Sliedrecht Delivers Electrical Auxiliary Propulsion System for First of Two PKR Guided Missile Frigates Designated for the Indonesian Navy
HARUS BACA :  China Semakin Maju, AS Cari Senjata Hipersonik

Lorenzana tidak berkomentar ketika para anggota parlemen, yang mengutip keterangan dari militer, mengatakan kepadanya bahwa lima kapal China muncul di sekitar 5 kilometer dari perairan Pulau Thitu milik Filipina di kepulauan Spratly pada Sabtu, 12/8/2017.

Kepala bidang hubungan masyarakat militer Filipina, Kolonel Edgard Arevalo, tidak bersedia memberikan komentar sampai angkatan bersenjata mendapatkan “gambaran penuh atas situasi saat ini”.

Terkait hal itu, Kementerian luar negeri China belum menanggapi permintaan untuk berkomentar, dirilis Reuters/Antara.

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here