Mendorong Industri Otomotif ke Mobil Hybrid dan Listrik

Militer.or.id – Mendorong Industri Otomotif ke Mobil Hybrid dan Listrik.

Jakarta – Kementerian Perindustrian mendorong produksi kendaraan beremisi karbon rendah (low carbon emission vehicle/LCEV) seperti mobil hybrid dan listrik sebagai pengembangan industri otomotif nasional agar berdaya saing di pasar global.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartato mengatakan mobil hybrid yang menggunakan dua sumber energi, bahan bakar minyak dan listrik, serta mobil listrik bertenaga penuh, sesuai dengan tren industri otomotif kendaraan bermotor ramah lingkungan.

“Yang dimaksud pengembangan produksi kendaraan dengan emisi karbon rendah dan ‘fuel economy’ lebih tinggi, seperti kendaraan dengan teknologi hybrid yang konsumsi bahan bakarnya sekitar 20-28 kilometer per liter dan di atas 28 kilometer per liter,” kata Menteri Airlangga melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, 27/8/2017.

HARUS BACA :  Pembom Bunuh Diri Serang Rombongan Nato di Kabul

Menperin menjelaskan dengan mengacu standar konsumsi bahan bakar tersebut, kendaraan dinilai hemat bahan bakar dan ramah lingkungan.

Airlangga mencontohkan pada pameran otomotif beberapa waktu lalu, ada mobil hybrid dengan konsumsi bahan bakar 2,5 liter untuk 100 kilometer atau sekitar 40 kilometer per liter.

Kementerian Perindustrian pun sudah berdiskusi dengan para pelaku industri otomotif nasional yang tergabung dalam Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengenai upaya pengembangan kendaraan masa depan tersebut dan telah mendapat masukan serta respons positif.

HARUS BACA :  China Usulkan Rencana 3 Tahap Penyelesaian Kemelut Rohingya

Pengembangan mobil listrik telah masuk dalam peta jalan Kemenperin. Pada 2025, produksi mobil listrik diharapkan sudah mencapai 20 persen dari total produksi kendaraan bermotor nasional.

Dalam waktu dekat, Kementerian Perindustrian akan melakukan uji coba terhadap 10 prototipe mobil listrik yang dikategorikan laik jalan.

“Prototipe itu akan dibagikan, antara lain ke Kementerian Perhubungan serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar bisa dites sambil regulasinya kami siapkan,” kataya, dirilis Antara.

HARUS BACA :  KKP Bangun "Cold Storage" untuk Nelayan di Biak

Pengembangan mobil listrik memerlukan infrastruktur dan teknologi yang memadai karena jumlah pemasok atau industri penunjangnya masih cukup sedikit dibandingkan produsen kendaraan yang ada saat ini. Oleh karena itu, butuh persiapan yang matang, seperti teknologi baterai dan tempat pengisiannya.

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here