Militer.or.id : Berita Militer Indonesia dan Dunia

Ini yang Dihadapi Korea Utara, Jika Tembakkan Rudal

Militer.or.id – Ini yang Dihadapi Korea Utara, Jika Tembakkan Rudal.

Latihan militer AS dan sekutunya sebagai respon atas sikap Korea Utara, 1/9/2017. (@PacificCommand)

Seoul – Amerika Serikat dan Korea Selatan melakukan latihan militer tahunan pada 31/8/2017 dengan menerbangkan beberapa pesawat tempur mereka yang paling kuat dalam latihan pengeboman dalam sebuah demonstrasi dua hari setelah Korea Utara melepaskan sebuah rudal balistik yang melintasi Jepang.

Latihan militer AS dan sekutunya sebagai respon atas sikap Korea Utara, 1/9/2017. (@PacificCommand)

Dua pembom supersonik B-1B dan 4 jet tempur siluman F-35 dari Angkatan Udara Amerika Serikat dan Korps Marinir, bergabung dengan 4 jet tempur F-15 Korea Selatan dalam latihan pengeboman amunisi hidup di atas sebuah wilayah militer di Korea Selatan timur, kata beberapa pejabat, 1/9/2017.

Latihan militer AS dan sekutunya sebagai respon atas sikap Korea Utara, 1/9/2017. (@PacificCommand)

Dalam perjalanan mereka untuk bergabung dengan jet Korea Selatan, pesawat tempur Amerika terbang bersama dua F-15 dari Pasukan Bela Diri Jepang di perairan dekat pulau Kyushu Jepang barat daya, kata Komando Pasifik Amerika Serikat dalam sebuah pernyataan.

Latihan militer AS dan sekutunya sebagai respon atas sikap Korea Utara, 1/9/2017. (@PacificCommand)

“Misi kompleks ini dengan jelas menunjukkan solidaritas kita dengan sekutu kita dan menggarisbawahi perlunya kerjasama untuk bertahan melawan ancaman regional yang umum ini,” kata Jenderal Terrence J. O’Shaughnessy, komandan Angkatan Udara Pasifik Amerika Serikat, merujuk pada Korea Utara.

Latihan militer AS dan sekutunya sebagai respon atas sikap Korea Utara, 1/9/2017. (@PacificCommand)

F-15 Korea Selatan melakukan latihan pengeboman serupa di tempat yang sama pada hari yang sama beberapa jam setelah rudal balistik jarak jauh Hwasong-12 dari Korea Utara terbang di atas utara Jepang dan masuk ke Pasifik setelah menempuh jarak hampir 1.700 mil.

Latihan militer AS dan sekutunya sebagai respon atas sikap Korea Utara, 1/9/2017. (@PacificCommand)

Uji coba Korea Utara pada 29/8/2017 merupakan pertama kalinya salah satu rudalnya terbang ke negara lain. Pemimpinnya, Kim Jong-un, mengatakan pada 30/8/2017 bahwa tes tersebut bisa menjadi “pemicu” untuk tes lainnya di Pasifik. Uji coba rudal tersebut mengguncang sebuah wilayah yang semakin khawatir akan kemampuan rudal cepat Korea Utara dan cara yang semakin berani untuk menunjukkannya.

Latihan militer AS dan sekutunya sebagai respon atas sikap Korea Utara, 1/9/2017. (@PacificCommand)

Beberapa jam setelah peringatan Kim, Amerika Serikat melakukan apa yang disebut uji coba rudal yang direncanakan sebelumnya, mencegat rudal balistik jarak menengah yang ditembakkan dari kapal perusak berpemandu rudal Angkatan Laut di lepas pantai Hawaii.

Presiden Trump menyatakan “berbicara bukanlah jawabannya” untuk menyelesaikan kebuntuan berkepanjangan mengenai program nuklir dan rudal Korea Utara. Namun beberapa jam kemudian, ketika ditanya oleh wartawan apakah Amerika Serikat keluar dari solusi diplomatik dengan Korea Utara, Menteri Pertahanan Jim Mattis menjawab, “Tidak.”

Latihan militer AS dan sekutunya sebagai respon atas sikap Korea Utara, 1/9/2017. (@PacificCommand)

Guardian Ulchi-Freedom Guardian, merupakan latihan gabungan gabungan 11 hari di Amerika Serikat dan Korea Selatan selesai pada 31/8/2017, melibatkan puluhan ribu tentara Amerika dan Korea Selatan, walaupun latihan dilakukan sebagian besar melalui simulasi komputer. (nytimes.com).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *