PT DI dan UI Gagas Pengembangan ‘Software’

Militer.or.id – PT DI dan UI Gagas Pengembangan ‘Software’.

CN235-Patmar
CN-235 Patmar TNI AL (Istimewa)

PT Dirgantara Indonesia dan Universitas Indonesia(UI) mengagas kerja sama pengembangan pembuatan software pesawat terbang.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DI, Andi Alisyahbana mengatakan, banyak potensi kerja sama yang bisa dilakukan antara PT DI dan UI dalam bidang teknologi informasi (IT). PT DI sebagai perusahaan pembuat pesawat memerlukan pengembangan teknologi misalnya dalam bentuk software.

“Misalnya pada IT, kami butuh software untuk produksi. Begitupun pada produknya, kami perlu software untuk pesawat. Itu yang sedang dibangun, sehingga nanti diharapkan mereka bisa terlibat,” jelas Andi usai pertemuan antara UI dan PT DI di Bandung, Selasa (5/9/2017).

HARUS BACA :  Bakamla RI -Tim Sar Gabungan Lanjutkan Pencarian Kapal Yora Tiga
HARUS BACA :  Danlanud Iswahjudi Buka Konversi F-16 C/D Angkatan Ke-IX

Menurut dia, selain kerja sama pembuatan software pesawat terbang, UI dan PT DI bisa membangun kerja sama yang lebih luas lagi. Misalnya kerja sama sosial, politik, dan marketing. Kerja sama itu perlu dibangun, melihat potensi SDM yang dimiliki UI.

“Mereka (UI) pun berharap mahasiswa S1 dan S2-nya bisa melakukan penelitian di PT DI. Sehingga diharapkan dapat menghasilkan tindakan yang saling mendukung,” ujar dia.

HARUS BACA :  KRI Pulau Rangsang-727 TNI AL Menuju Area Latihan Joint Minex 17

Selama ini, lanjut dia, kerja sama antara UI dan PT DI telah berjalan. Kerja sama itu dalam bentuk laboratorium pengembangan pesawat N219 untuk human access.

Dia berharap, melalui kerja sama lebih luas lagi dengan UI, produk PT DI bisa dimanfaatkan lebih maksimal di dalam dan luar negeri. Hal itu sesuai dengan target PT DI pada 2026 menjadikan produk pesawatnya lebih banyak dipakai kalangan sipil.

HARUS BACA :  N-219 Jadi Kado Spesial HUT RI
HARUS BACA :  Tokyo Klaim Nama "Laut Jepang" Didirikan Secara Internasional

Saat ini, diakui dia, produk PT DI seperti NC212 dan CN235 banyak dipakai militer. “Saat ini produk kami hampir 80% dipakai militer. Ke depan, kami berharap komposisinya 50% dipakai sipil. Walaupun, kami juga memproduksi pesawat multi purpose, bisa untuk sipil atau militer,” beber dia.

Sumber : Sindonews

Roy Prasetyahttps://militer.or.id
NKRI adalah harga mati! Demikian menjadi prinsip hidup penulis lepas ini. Berminat terhadap segala macam teknologi militer sejak kelas 5 SD, ketika melihat pameran Indonesian Air Show 1996.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here