Indonesia Siap Jadi Mediator Selesaikan Krisis Myanmar

Militer.or.id – Indonesia Siap Jadi Mediator Selesaikan Krisis Myanmar.

KTT OKI di di Astana, Kazakhstan. 10/9/2017. (SESRIC)

Astana – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Pemerintah Indonesia siap menjadi mediator yang menjembatani negara-negara Islam untuk menyelesaikan krisis di Myanmar.

“OKI berharap mengajak Indonesia bekerja sama untuk dapat menyelesaikan kasus di Rohingya. Saya katakan nanti bisa kita bicarakan programnya dengan Sekjen OKI,” ujar Wakil Presiden usai Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Islam (OIC Summit) pertama tentang ilmu pengetahuan dan teknologi, Minggu 10-9-2017 di The Palace of Independence di Astana, Kazakhstan.

HARUS BACA :  Kontingen Yongmoodo Divif 1 Kostrad, Kasad Cup

Wakil Presiden mengatakan, terkait krisis yang terjadi di negara bagian Rakhine, Myanmar, sebenarnya Indonesia sudah melakukan apa yang negara lain tidak bisa lakukan sebab negara lain sulit masuk ke Myanmar. “Indonesia yang setiap saat bisa berkomunikasi dengan Pemerintah Myanmar,” kata Wakil Presiden.

Sebelumnya, dalam pembukaan KTT OKI tentang Iptek Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev selaku ketua penyelenggara juga menyinggung tentang krisis di Myanmar. “Kita peduli pada Myanmar, kami juga akan membuka dialog untuk membahas masalah ini di forum PBB,” kata Presiden Nazarbayev.

HARUS BACA :  PT Pindad Perluas Kerja Sama dengan Firma India
HARUS BACA :  Indonesia Bakal Punya Kapal Selam Kedua Tahun Ini

Kazakhstan juga akan membawa penyelesaian krisis tersebut ke Komisi HAM PBB untuk mencari kebenaran dan melaksanakan investigasi independen terhadap kekerasan dan hukum HAM internasional.

Selain itu Kazakhstan mengharapkan pemerintah Myanmar untuk menyelesaikan akar masalah dari krisis tersebut termasuk masalah kewarganegaraan dan hak-hak warga Rohingya.

KTT OKI menghasilkan kesimpulan bahwa penting bagi Pemerintah Myanmar untuk menangani masalah pengungsi untuk memulangkan kembali ke kampung halaman mereka di Rakhine secara aman, terlindungi dan bermartabat. OKI juga mendesak negara-negara anggota dan organisasi internasional untuk memperjuangkan pemulangan pengungsi ke PBB.

HARUS BACA :  TNI AU Latihan Tempur Gabungan Bersama Singapura

Pertemuan yang dihadiri sejumlah kepala negara, diantaranya, Presiden Iran Hassan Rouhani, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, Presiden Bangladesh Abdul Hamid, Presiden Guinea Alpha Conde dan Presiden Republik Islam Pakistan, Mamnoon Hussain.

Selain itu Presiden Mauritania Mohamed Ould Abdel Aziz juga meminta agar komunitas internasional untuk melanjutkan kerja sama dengan Pemerintah Myanmar untuk melindungi minoritas muslim di teritorial tersebut. (Antara).

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

HARUS BACA :  AS Blokir Penjualan Mesin LHTEC Pesanan Turki untuk Pakistan

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  TNI AU Latihan Tempur Gabungan Bersama Singapura

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here