Krisis Korea, Membuat Kesepakatan Iran Jadi Penting

Militer.or.id – Krisis Korea, Membuat Kesepakatan Iran Jadi Penting.

Dok. Rudal Jarak Menengah Iran (Mohammad Agah)

New York – Amerika Serikat mengaku masih menimbang keputusan tepat untuk memperpanjang atau menghentikan kesepakatan nuklir Iran, yang terancam berakhir pada pertengahan Oktober mendatang.

Berakhirnya kesepakatan itu, yang ditandatangani pada 2015, dikhawatirkan memantik perlombaan senjata kawasan dan memperburuk ketegangan di Timur Tengah.

Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan bahwa negaranya tidak akan menjadi pihak pertama yang melanggar perjanjian itu, yang membuat Teheran membatasi program nuklir dengan imbalan pelonggaran sanksi ekonomi.

HARUS BACA :  MBDA Aster-30 Singapura Kini Telah Beroperasi

“Kami berharap (Presiden Amerika Serikat Donald) Trump tidak akan menghentikan perjanjian itu,” kata Rouhani kepada wartawan di sela-sela Sidang Umum PBB, 20/9/2017. Dia akan menolak setiap upaya merundingkan ulang isi kesepakatan tersebut.

Di sisi lain, persoalan perpanjangan kontrak ini belum menemui kejelasan meskipun perwakilan dari negara-negara penandatangan -Iran, Amerika Serikat, Inggris, China, Prancis, Jerman, dan Rusia- telah bertemu untuk membahas hal tersebut.

Itu untuk pertama kali menteri luar negeri dari Amerika Serikat dan Iran bertemu sejak Trump menjabat presiden pada Januari.

HARUS BACA :  Hamas Sambut Pemerintahan Persatuan Palestina
HARUS BACA :  Skatek 022 Berhasil Tes Flight 3 Jenis Pesawat Sekaligus

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson mengatakan Trump tidak ingin mewariskan persoalan nuklir Iran kepada penerusnya.

“Itu alasan kenapa dia sangat berhati-hati terkait keputusan apakah akan melanjutkan kesepakatan nuklir Iran, dengan pertimbangan utama kepentingan keamanan nasional,” ujar Tillerson.

Pada Selasa, 19/9/2017, Donald Trump sempat menyebut kesepakatan nuklir Iran sebagai “salah satu perjanjian terburuk yang pernah ditanda-tangani oleh Amerika Serikat”.

Trump harus memutuskan sebelum tanggal 15 Oktober apakah Iran telah mematuhi perjanjian nuklir. Jika dia berkata “tidak”, maka Kongres Amerika Serikat akan punya waktu 60 hari untuk memberlakukan kembali sanksi ekonomi kepada Tehran yang dihentikan sementara sejak penandatanganan.

HARUS BACA :  Erdogan Berharap Pertemuan Teheran Hindarkan Serangan ke Idlib

Pejabat tinggi Amerika Serikat mengungkapkan bahwa Trump lebih memilih untuk menuding Iran tidak mematuhi kesepakatan. Namun, sumber yang sama juga mengatakan Trump sering berubah pikiran pada saat-saat terakhir.

Kemungkinan dihentikannya perjanjian nuklir Iran telah membuat sejumlah negara besar lain khawatir.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengingatkan hal tersebut adalah kesalahan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Wang Yi mengatakan bahwa ketegangan di Semenanjung Korea baru-baru ini membuat kesepakatan Iran menjadi semakin penting untuk dipertahankan. (Antara/Reuters).

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Korvet Rudal Kalibr-NK Rusia, Dikirim ke Mediterania

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here