Trump Minta Penyerang New York Dihukum Mati

Militer.or.id – Trump Minta Penyerang New York Dihukum Mati.

New York, Militer.or.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta hukuman mati bagi pendatang Uzbek,  yang membajak truk pada Rabu 1-11-2017 dan memasuki jalan sepeda Kota New York, yang menewaskan 8 orang dan menyebut pria tersebut “teroris”.

Sayfullo Saipov, 29 tahun, yang dirawat di rumah sakit sesudah dilumpuhkan polisi dan ditangkap, mengatakan kepada penyidik bahwa ia terpengaruh oleh video ISIS dan mulai merencanakan serangan itu setahun lalu, kata pengaduan pidana, yang diajukan terhadapnya pada Rabu 1-11-2017.

HARUS BACA :  Kremlin Setuju BMPT Terminator Memasuki Layanan

“Teroris di Kota New York senang sebab dia meminta menggantungkan bendera ISIS di kamar rumah sakitnya, dia menewaskan 8 orang, membuat 12 orang terluka parah. Harus dihukum mati,” kata Trump di Twitter.

Sayfullo Saipov didakwa dengan satu tuduhan bahwa ia memberikan sokongan barang dan sumber daya kepada kelompok teroris asing, khususnya pada ISIS, serta satu tuduhan kekerasan dan penghancuran kendaraan, yang menyebabkan kematian 8 orang.

Jaksa Manhattan Joon Kim mengatakan tuduhan pertama membawa hukuman maksimal seumur hidup di penjara, sementara yang kedua akan membuat Sayfullo Saipov memenuhi syarat untuk hukuman mati jika terbukti bersalah, dan jika pemerintah memilih untuk melakukan hukuman mati. Tuduhan tambahan atau berbeda bisa diajukan kemudian dalam dakwaan, menurut Kim.

HARUS BACA :  DAPA Bantah Rencana Tukar A400M Spanyol Dengan T-50
HARUS BACA :  270.000 Warga Rohingya Cari Perlindungan ke Bangladesh

Sayfullo Saipov mengaku kepada pihak berwenang bahwa dia melakukan percobaan dengan sebuah truk sewaan pada 22 Oktober 2017 untuk berlatih membelokkan kendaraan tersebut dan “menyatakan bahwa dia merasa senang tentang apa yang telah dia lakukan” setelah serangan tersebut, menurut pengaduan.

Dokumen tuduhan sepuluh halaman tersebut mengatakan Sayfullo Saipov melepaskan haknya untuk tetap diam dan menghindari tuduhan bunuh diri, sebab dia menyetujui untuk memberikan keterangan kepada penyidik tanpa didampingi seorang pengacara.

HARUS BACA :  Vietnam Pernah Ingin Miliki Mirage 2000

Pengaduan tersebut mengatakan, Sayfullo Saipov sudah meminta izin untuk menampilkan bendera kelompok militan ISIS di kamarnya di rumah sakit.

Dikatakan bahwa dia sangat termotivasi dengan melihat sebuah video di mana Abu Bakr al-Baghdadi, yang memimpin kegiatan ISIS untuk merebut wilayah di Irak dan Suriah. Penyidik menemukan ribuan gambar dan video propaganda terkait ISIS di telepon saku Sayfullo Saipov, termasuk cuplikan berbagai video”, kata pengaduan tersebut. (Antara/Reuters).

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Aksi Militer Koalisi Picu Perpecahan Uni Eropa

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here