Presiden Akan Panggil Kapolri Bahas Kasus Novel

Militer.or.id – Presiden Akan Panggil Kapolri Bahas Kasus Novel.

Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) Seksi 1B dan 1C: Cipinang Melayu (Jakarta Timur)-Jakasampurna (Bekasi Barat), di Bekasi, Jawa Barat, 3/11/2017. (Sekretariat Kabinet).

Bekasi, Militer.or.id – Presiden Joko Widodo akan mengundang Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Tito Karnavian terkait penanganan kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan yang hingga sekarang ini belum terungkap.

“Nanti Kapolri saya undang, saya panggil,” kata Presiden Jokowi pada Jumat 3-11-2017 di Bekasi Barat Jawa Barat, menanggapi belum terungkapnya kasus itu sehingga muncul usulan pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF).

Presiden Jokowi menyatakan semua masalah harus diungkap secara gamblang dan jelas. “Yang jelas, semua masalah harus gamblang dan jelas,” tegas Presiden Jokowi setelah selesai peresmian pengoperasian seksi 1 b dan 1c Tol Bekasi-Cawang- Kampung Melayu di Kota Bekasi.

HARUS BACA :  PT DI Raih Kontrak Baru untuk Penjualan Dua Unit Helikopter AS365 N3+ Dauphin

Sebelumnya Pimpinan KPK juga akan mempertimbangkan mengenai pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengungkap pelaku penyerangan penyidik senior KPK Novel Baswedan.

HARUS BACA :  Servowatch to Supply Royal Thai Navy with its Most Advanced IPMS

“Memang diusulkan adanya TGPF. Kami, sebab yang menerima hanya dua orang, Pak Laode tidak ada, yang pasti KPK (prinsipnya) ‘collective collegial’, hasilnya pasti kami akan tanya pimpinan yang lain. Seandainya pimpinan lain setuju, bisa saja KPK mengusulkan ke Presiden untuk membentuk tim ‘independen’,” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo pada Selasa 31-10-2017 di Jakarta.

Agus Rahardjo menyebutkan pada Selasa 31-10-2017 bahwa 2 orang pimpinan KPK yaitu Agus Rahardjo dan Basaria Panjaitan bertemu dengan mantan pimpinan KPK dan tokoh masyarakat serta pegiat anti-korupsi untuk membicarakan soal pengungkapan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan.

Tetapi, pertemuan itu tidak dihadiri lengkap 5 orang pimpinan KPK karena meski berada di Gedung KPK, Wakil Ketua KPK Laode M Syarief hanya sebentar menghadiri pertemuan tersebut, sedangkan Komisioner KPK Alexander Marwata berada di Belanda dan Saut Situmorang masih berada di Purwokerto.

HARUS BACA :  Raytheon Awarded Contract to Produce 317 AIM-9X for US, Indonesia and Other Countries

“Itu tadi nanti dibicarakan berlima sebab belum kumpul, tadi yang ada cuma 2 orang. Nanti berdasarkan prinsip ‘collective collegial’ akan kami diskusikan tapi kami optimis melihat perkembangan. Mungkin saja banyak pimpinan yang berubah sikap, kita tunggu saja, saya tidak bisa mendahului pendapat dari pimpinan-pimpinan lain,” jelasKetua KPK Agus Rahardjo.

Menurut Agus Rahardjo, KPK selama ini sudah memberikan kesempatan kepada Polri untuk mengungkapkan kasus tersebut, dan juga masih bekerja untuk mengungkapkan kasus-kasus korupsi besar lain sehingga belum mengusulkan TGPF ke Presiden.

HARUS BACA :  Sistem Navigasi Udara Papua Buatan Dalam Negeri

“Yang perlu dipahami pada waktu yang sama KPK menangani kasus-kasus besar, jadi kami perhatiannya ke kasus itu. Sementara Presiden menugaskan Polri. Tapi kalau teman-teman menilai sudah 200 hari, nanti kita pikirkan lagi, tapi sebagiamana diketahui selama 200 hari ada persoalan besar yang dihadapi KPK,” ujar Agus Rahardjo.

HARUS BACA :  Yonif Raider 514 Kostrad Gelar Karya Bhakti Pelebaran Jalan

Pertemuan tersebut dihadiri antara lain mantan pimpinan KPK jilid III yaitu Abraham Samad, Busyro Muqoddas, Bambang Widjojanto, mantan pimpinan KPK jilid II M Yasin, Sekjen Transparansi Internasional Indonesia Dadang Trisasongko.

Berikutnya, peneliti LIPI Mochtar Pabotinggi, jurnalis senior Najwa Shihab, Direktur Amnesti Internasional di Indonesia Usman Hamid, Ketua Bidang Advokasi YLBHI Muhammad Isnur, mantan Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan sejumlah tokoh lainnya.

Novel Baswedan disiram air keras oleh 2 orang pengendara motor di dekat rumahnya pada 11 April 2017 seusai Shalat Subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Mata Novel pun mengalami kerusakan sehingga ia harus menjalani perawatan di Singapore National Eye Centre (SNEC) sejak 12 April 2017.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum juga mengungkapkan pelaku kasus tersebut meski sudah memeriksa banyak saksi. (Antara).

HARUS BACA :  Butuh Cepat? Marinir AS Tinggal Print Saja

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

44.1k Followers
Follow

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here