Dilengkapi GLONASS, Bom Klaster “Drel” Perkuat Militer Rusia

Militer.or.id – Dilengkapi GLONASS, Bom Klaster “Drel” Perkuat Militer Rusia.

Militer Rusia akan menggunakan bom baru pada 2018. ©Dmitry Reshetnikov

Militer.or.id – Amunisi usang militer Rusia akan segera diganti dengan proyektil canggih baru yang berisi bahan peledak 370 kilogram, seperti dilansir dari laman berita Russia Beyond. (22/1/2018)

Militer Rusia pertama kalinya menggagaskan untuk menciptakan hulu ledak baru pada awal abad ini. Sekarang, pada tahun 2018, senjata mematikan ini pun diciptakan untuk memperkuat persenjataan negara Rusia.

Mengapa Ia Dibutuhkan?

HARUS BACA :  Penarikan AS dari INF, Lebih Riskan daripada Krisis Rudal Kuba – Militer.or.id

Selama kampanye di Suriah, Rusia sering menggunakan bom FAB-500, yang dirancang setengah abad yang lalu. Secara teknis itu adalah amunisi yang ketinggalan jaman, dan di Timur Tengah bom telah dilengkapi dengan sistem penargetan supaya tidak meleset dari sasaran. Senjata yang dimodifikasi ini punya pengaruh besar bagi Angkatan Udara Rusia dalam menumpas ISIS.

HARUS BACA :  Lima Mitos Tentang Program Senjata Pentagon

Namun begitu, bom FAB-500 tidak akan efektif dalam melawan musuh yang memiliki persenjataan canggih dan bisa ditembak jatuh dengan mudah oleh sistem pertahanan udara musuh dimana bom tersebut memancarkan radar yang mudah dideteksi.

HARUS BACA :  Taruna AAU Muhibah ke Korea Selatan

Ini tentu saha mengancam nyawa sang pilot dan mengancam keberhasilan operasi.

Drel yang Akurat

Bom FAB-500 yang tak memiliki pemandu akan diganti dengan Drel.

Drel adalah bom klaster dengan 15 elemen berbeda yang mampu terbang ke berbagai arah berbeda dengan kecepatan 8,7 mach (3 km/detik) dan menembus kendaraan lapis baja milik musuh.

Bom tanpa pemandu jauh lebih murah bagi pemerintah daripada yang berpresisi tinggi, terutama karena mereka tidak dilengkapi mesin rudal. Bahan peledak dari bom seperti Drel berbobot 500 kilogram adalah memiliki kapasitas 70 persen dari berat total.

HARUS BACA :  Pemeliharaan MBT Leopard Yonkav 1 Kostrad
HARUS BACA :  Bos Saab: Jadwal Kirim Gripen E Sesuai Target

Dengan kata lain, bahan peledak yang terkandung adalah lebih dari 370 kg pada hulu ledak tersebut.

Bom baru tersebut dapat dijatuhkan pada sasaran musuh dari jarak 30 kilometer, serta berkat sistem pemandu satelit Glonass, ia akan dapat menyerang target dengan akurat (tidak seperti bom tanpa pemandu yang sudah kuno).

Di masa depan, industri pertahanan berencana untuk melengkapi Drel dengan mesin berenergi tinggi, yang secara drastis akan meningkatkan jangkauan bom tersebut.

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here