Rusia Kerahkan Baterai S-400 ke Vladivostok

Militer.or.id – Rusia Kerahkan Baterai S-400 ke Vladivostok.

S-400 Triumf, sistem pertahanan udara jarak jauh generasi baru buatan Rusia. © Vitaliy Ragulin via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Angkatan Bersenjata Rusia telah mengerahkan dua baterai S-400 tambahan ke Timur Jauh Rusia, hal tersebut diketahui berdasarkan analisis citra satelit yang diambil tahun 2017-2018, seperti dilansir dari laman The Diplomat.

Dalam upaya untuk terus meningkatkan kemampuan anti-access/area denial (A2/AD) yang dimilikinya, militer Rusia telah mengerahkan dua baterai sistem pertahanan udara canggih S-400 Triumf (Nama pelaporan NATO: SA-21 Growler) di sekitar Vladivostok, markas pelabuhan Armada Pasifik Rusia di Timur Jauh Rusia, sesuai analisis citra satelit yang dipublikasikan oleh IHS Jane.

“Citra satelit yang ditangkap pada tahun 2017-2018 menunjukkan bahwa Rusia telah mengerahkan dua baterai sistem rudal pertahanan udara jarak jauh S-400 di sekitar Vladivostok, menggantikan baterai S-300PS”, tulis IHS Jane.

Citra satelit dari DigitalGlobe yang tertangkap pada tanggal 3 Desember 2017 kemarin menunjukkan bahwa lokasi bekas S-300PS yang berada di timur Vladivostok dilengkapi dengan S-400.

HARUS BACA :  TNI AU Proyeksikan Miliki 8 Skadron Pesawat Tempur di 2024
HARUS BACA :  Harpoon Blok II+ Ship-Killer Terbaru US Navy

Citra berikutnya yang ditangkap pada tanggal 24 Januari 2018 lalu juga menunjukkan baterai S-400 kedua yang ditempatkan di dekat Podnozhye di Ostrov Russkiy, sebelah selatan Vladivostok.

Baterai S-400 standar terdiri dari empat kendaraan transporter erector launchers (TEL), empat tabung peluncur per TEL, selain sistem radar akuisisi target dan keterlibatan (fire control) dan pos komando. Dengan sistem radar kendali tembakan tambahan, baterai dapat terdiri hingga 12 TEL.

HARUS BACA :  Pertahanan Pangkalan Khmeimim Hancurkan 2 UAV Asing

Dua baterai dapat membentuk sebuah batalyon S-400 yang juga dikenal sebagai divisi S-400, sedangkan sebuah resimen S-400 terdiri dari dua batalyon. Militer Rusia saat ini mengoperasikan sekitar 20 resimen (23 menurut Kementerian Pertahanan Rusia). Pada tahun 2020, Rusia berharap memiliki 28 resimen S-400 atau sekitar 56 batalyon.

Dibandingkan dengan pendahulunya S-300, sistem pertahanan udara S-400 dilengkapi dengan sistem radar yang lebih baik dan perangkat lunak yang telah diperbarui. S-400 dapat menembakkan empat jenis rudal permukaan-ke-udara (SAM) baru.

HARUS BACA :  Portugal Tawarkan Kerja Sama dan Alutsista ke RI
HARUS BACA :  Pertahanan Pangkalan Khmeimim Hancurkan 2 UAV Asing

Salah satu rudal baru pada sistem S-400 adalah yang disebut 40N6 dengan jangkauan operasional sejauh 400 km (248,5 mil) dan ketinggian hingga 185 km (607.000 kaki). Rudal itu mampu melakukan intersepsi exo-atmospheric dari hulu ledak rudal balistik jarak menengah dalam fase terminal mereka.

S-400 juga dipersenjatai dengan rudal 48N6E2 yang disempurnakan dengan jangkauan 250 km (160 mil). Sistem pertahanan udara tersebut juga bisa menembakkan dua rudal tambahan, 9M96E dan 9M96E2 dengan masing-masing berkisar 40 km (25 mil) dan 120 km (75 mil).

Sistem pertahanan udara S-300 yang telah disempurnakan seperti S-300PMU-2 konon juga dapat menembakkan rudal 9M96E dan 9M96E2 tersebut.

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here