Kenapa Duel F-35 AS vs J-20 China Tak Relevan?

Kenapa Duel F-35 AS vs J-20 China Tak Relevan?

Jet tempur F-35A Lightning II menjatuhkan bom GBU-12 yang dipandu laser di Utah Test and Training Range pada 25 Februari 2016. © U.S. Air Force via Wikimedia Commons

Militer.or.id – “Ketika kami menerapkan teknologi generasi kelima, ini bukan lagi tentang platform, namun ini tentang keluarga sistem”, tutur Kepala Staf Angkatan Udara AS, Jenderal David Goldfein kepada para wartawan di Pentagon pada tanggal 10 Agustus, seperti dilansir dari laman National Interest.

“Ini tentang jaringan dan itulah yang memberi kita keuntungan asimetris, jadi mengapa ketika saya mendengar tentang F-35 AS versus J-20 China, tentunya itu pertanyaan yang tidak relevan”, terang Goldfein.

Memang, seperti yang disebutkan Goldfein, Angkatan Udara AS kemungkinan akan terus melanjutkan fokusnya dalam pendekatan keluarga sistem di mana jaringan dan berbagi data sebagai kuncinya daripada hanya berfokus kepada kinerja masing-masing platform.

Pesawat siluman F-117 Nighthawk Angkatan Udara AS © USAF via Wikimedia Commons

Perbandingan langsung Lockheed Martin F-35 dan Chengdu J-20 menurut pandangan Goldfein, akan mengingatkan kembali pada masa-masa menerbangkan pesawat tempur siluman F-117A Nighthawk yang hampir terputus sama sakali dari kontak luar ketika itu turun untuk menembus wilayah udara musuh.

“Anda akan melihat bila kami memfokuskan jauh lebih banyak pada keluarga sistem dan bagaimana kami menghubungkan mereka bersama dan jauh lebih sedikit pada platform individu”, kata Goldfein.

Sementara Goldfein menggunakan F-117 Nighthawk sebagai pembanding, dia mungkin tak bermaksud menyatakan bahwa sistem J-20 cukup mendasar seperti F-117 era 1980-an. Terutama karena informasi akurat tentang J-20 sangatlah langka, ada indikasi bahwa jet tempur generasi kelima China dilengkapi dengan radar array bertahap (AESA), sistem peperangan elektronika yang kuat dan sensor elektro-optik atau infra-merah yang serupa dalam konsep sistem jet tempur siluman F-35.

Jet tempur generasi kelima, Chengdu J-20 buatan China © Wikimedia Commons

Namun, meskipun ada kemungkinan bahwa jet tempur J-20 China tersebut dilengkapi dengan sensor yang layak, pejabat Angkatan Udara AS telah mengklaim bahwa J-20 tak memiliki “sensor fusion” dan jaringan yang sama efektifnya dengan F-22 atau F-35.

Salah satu wilayah yang hampir pasti tak dimiliki  J-20 China adalah seperti apa yang di sebutkan oleh Kepala Komando Angkatan Udara Jenderal Herbert “Hawk” Carlisle yang pernah digambarkan pada “manajemen spike”.

Jet tempur generasi kelima seperti F-22 dan F-35 buatan Amerika Serikat diperlengkapi tampilan kokpit yang menunjukkan kepada pilot berbagai sudut dan rentang dari mana pesawat mereka dapat dideteksi dan dilacak oleh berbagai radar musuh.

F-22 Raptor, jet tempur superioritas Angkatan Udara AS © USAF via Wikimedia Commons

Para pilot menggunakan informasi tersebut untuk menghindari musuh agar memastikan dapat menghindari zona di mana mereka dapat dideteksi dan diserang. Ini semua adalah teknologi yang membutuhkan waktu hingga puluhan tahun bagi Amerika Serikat untuk dapat menguasainya, melalui banyak uji coba dan kegagalan.

Sementara itu, pada konferensi pers yang sama, sekretaris Angkatan Udara Deborah Lee James menyebut kemungkinan akan menghadapi satu tahun lagi di mana Kongres gagal meloloskan anggaran.

Pentagon, gedung Departemen Pertahanan AS © USAF via Wikimedia Commons

Dan bahkan jika Kongres AS meloloskan resolusi berkelanjutan setahun penuh (CR) yang mempertahankan tingkat pengeluaran seperti tahun sebelumnya, itu akan secara besar-besaran mengganggu upaya pengadaan Angkatan Udara AS karena layanan tersebut tak akan dapat memberikan kontrak program baru.

“Kami tentu berharap tidak akan terjadi, kami tahu staf Kongres AS bekerja sangat keras bahkan ketika anggota mereka kembali ke rumah musim panas ini, tetapi kami mendengar bahwa CR enam bulan atau CR satu tahun lagi, setidaknya ada sebuah kemungkinan”, kata James.

Memang, sumber-sumber Kongres AS tidak optimis tentang prospek anggaran baru di musim gugur. Dengan demikian, Pentagon menghadapi turbulensi anggaran tambahan bahkan ketika mereja tengah bergulat dengan krisis kesiapan armada udara.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

administrator
Menyebarkan berita berita <a><b>Militer Indonesia</b></a> dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *