WSJ: Seoul Memikul 80% Biaya Militer AS di Korsel

WSJ: Seoul Memikul 80% Biaya Militer AS di Korsel

Militer.or.id – WSJ: Seoul Memikul 80% Biaya Militer AS di Korsel.

Lettu Sarah Jeon, pilot AH64 Apache Korea Selatan di US Army © U.S. Army via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Wall Street Journal mengatakan Korea Selatan membayar hingga 80 persen dari total biaya pertahanan untuk militer AS di Korea Selatan jika rental atau sewa pangkalan AS disana diperhitungkan, seperti dilansir dari KBS World Radio.

Makalah tersebut melaporkan sosok baru pada hari Senin, 14 Mei 2018 yang melukis gambaran berbeda dengan yang disampaikan oleh Presiden AS Donald Trump, yang secara teratur mengeluh bahwa Seoul harus mengorbankan lebih banyak biaya untuk pengerahan pasukan AS di Korea Selatan.

Namun, WSJ mengatakan bahwa Washington tidak menganggap kontribusi terbesar dari Seoul, yaitu penyediaan lahan bebas sewa. Menurut dokumen militer dari kedua sekutu, Korea Selatan memikul 42 persen dari sekitar $ 2 miliar biaya tahunan untuk menempatkan pasukan AS di Korea Selatan (USFK).

Namun, media tersebut mengutip sumbernya seorang anggota parlemen Korea Selatan mengatakan bahwa angka tersebut tidak adil karena tidak termasuk sewa untuk lahan yang Korea Selatan berikan secara gratis.

Berdasarkan perhitungan sendiri termasuk sewa, WSJ berpendapat bahwa Korea Selatan sebenarnya membayar sebesar 80 persen dari biaya pertahanan bersama.

Korea Selatan dan Amerika Serikat dijadwalkan mengadakan negosiasi putaran ketiga untuk memperbarui perjanjian dalam hal pembagian biaya pertahanan di Washington pada Senin dan Selasa minggu ini.

Seoul dan Washington telah mengadopsi sebuah kesepakatan khusus untuk bisa saling berbagi biaya pertahanan dalam mempertahankan pasukan AS di Korea Selatan sejak tahun 1991. Perjanjian saat ini akan berakhir pada tanggal 31 Desember.

administrator
Menyebarkan berita berita <a><b>Militer Indonesia</b></a> dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *