NATO Berencana Pamer Kekuatan Lebih Besar

Militer.or.id – NATO Berencana Pamer Kekuatan Lebih Besar.

Pasukan angkatan darat Inggris dalam latihan gabungan NATO di Estonia. © British MoD

Militer.or.id – Sebanyak 29 Kepala Pertahanan Sekutu dijadwalkan bertemu di Markas NATO yang baru di Brussels, Belgia pada hari Rabu untuk meninjau dan membahas isu-isu kunci militer menjelang pertemuan para Menteri Pertahanan NATO di bulan depan, seperti dilansir dari laman British Forces News.

Rusia, Irak dan Afghanistan telah menjadi agenda utama pada sesi Komite Militer NATO.

Rusia telah menjadi perhatian utama bagi para pemimpin NATO sejak pencaplokan Moskow atas Krimea pada 2014. Namun, ketegangan telah meningkat baru-baru ini karena Moskow disalahkan atas keracunan mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya Yulia.

HARUS BACA :  BAE System Tawarkan Kredit Typhoon kepada Malaysia

Pesawat Rusia telah semakin menguji pertahanan udara NATO saat mereka terbang sangat dekat dengan pesawat NATO. Awal bulan ini, jet tempur berkecepatan tinggi Rusia nyaris membuat celaka pesawat pengintai AS di atas laut Baltik.

HARUS BACA :  220 Prajurit TNI dari Lombok Digeser ke Palu dan Donggala – Militer.or.id

Menanggapi agresi Rusia ini, aliansi NATO telah mengirimkan grup tempur untuk meyakinkan negara-negara yang gugup dan berbatasan dengan Rusia. Saat ini NATO merencanakan pamer kekuatan yang jauh lebih besar di darat, laut dan udara.

Latihan “Trident Juncture 18” akan berlangsung November ini di Norwegia dengan lebih dari 40.000 peserta dari lebih dari 30 negara.

HARUS BACA :  The UAC Confirmed its Readiness to Start Production the Su-35 of Indonesia and the UAE

Jenderal Denis Mercier, Panglima Tertinggi Transformasi Sekutu, mengatakan:

“Latihan ini adalah contoh utama dari sekutu NATO dan mitra yang telah bekerja bersama di masa damai serta dalam krisis. Ini akan menjadi salah satu latihan terbesar NATO dalam beberapa tahun terakhir”.

Pimpinan NATO juga telah mempertimbangkan Afghanistan dan meningkatkan misi pelatihannya di sana dengan mengirim tambahan 3.000 pasukan untuk bergabung dengan 13.000 pasukan yang sudah ada di sana.

Namun, secara keseluruhan NATO mengatakan kekerasan berada ditingkat terendah dalam lima tahun terakhir karena pasukan Afghanistan secara bertahap melemahkan kekuatan para pemberontak.

Jenderal Curtis Scaparrotti, Komandan Tertinggi Sekutu Eropa, mengatakan:

“Kami telah memiliki tahun kedua memberi tekanan pada Taliban dan tekanan yang cukup saat kami melihat ke masa depan. Apa yang saya harapkan adalah lebih banyak dari mereka untuk duduk bersama demi rekonsiliasi dan kami harus mencapai titik negosiasi”.

Di Irak, NATO bermaksud untuk membentuk misi pelatihan permanen dan akademi militer.

HARUS BACA :  Pangkostrad Semangati Pemain PS TNI dan PS AD
HARUS BACA :  The UAC Confirmed its Readiness to Start Production the Su-35 of Indonesia and the UAE

Namun dengan ulama anti Barat, Muqtada al-Sadr yang memegang keseimbangan kekuasaan di negara itu, tidak jelas pasukan penyambutan apa yang akan diterima oleh aliansi NATO.

Jenderal Petr Pavel, Ketua Komite Militer NATO, mengatakan:

“Mengenai pelatihan NATO dan misi peningkatan kapasitas di Irak, para kepala pertahanan mencatat perlunya NATO melanjutkan diskusi dengan pemerintah Irak yang baru setelah dibentuk”.

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here