Turki Mungkin Beli Su-57 Jika AS Tunda Pengiriman F-35

Militer.or.id – Turki Mungkin Beli Su-57 Jika AS Tunda Pengiriman F-35.

Sukhoi T-50, purwarupa jet tempur generasi kelima Su-57 Rusia. © Alex Beltyukov via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Ankara kemungkinan akan membeli jet tempur Su-57 Rusia jika Washington memutuskan untuk menangguhkan pengiriman jet tempur siluman F-35 sebagai tanggapan atas pembelian sistem anti-rudal S-400 Rusia, seperti dilansir dari laman Yeni Safak.

Menurut sumber, kerjasama antara Rusia-Turki pada perangkat lunak dan pertukaran teknologi militer yang dibahas dalam kunjungan Presiden Vladimir Putin ke Turki pada tanggal 3 April mungkin juga termasuk pengiriman jet tempur generasi kelima, Sukhoi Su-57, sebagai pesaing langsung F-35, menurut Yeni Safak.

HARUS BACA :  Helikopter Z-10ME Buatan Cina Semakin Disempurnakan

Rusia dan Turki telah menandatangani perjanjian pinjaman pada Desember tahun lalu untuk memasok sistem pertahanan udara S-400 ke Ankara. Kesepakatan itu memicu perselisihan antara Turki dan Amerika Serikat.

AS mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap Ankara, karena Washington yakin bahwa senjata yang dibeli Turki dari Rusia tidak sesuai dengan sistem  NATO. Jumat lalu Putin mengkritik Amerika Serikat karena mencoba memaksa Turki membatalkan kesepakatan dengan Rusia.

Jet tempur siluman F-35A buatan Lockheed Martin © USAF via Wikimedia Commons

Pada hari Kamis, Komite Angkatan Bersenjata Senat AS merilis rincian tentang RUU kebijakan pertahanan tahunannya. Rancangan tersebut, secara khusus, menyiratkan bahwa pengiriman jet tempur siluman F-35 AS ke Turki harus ditangguhkan sebagai tanggapan atas pembelian sistem pertahanan udara S-400 Rusia oleh Ankara.

HARUS BACA :  Kompetisi Operasi Penyerbuan Pasukan Khusus Korea Utara
HARUS BACA :  Rudal Tomahawk Sitaan Akan Bantu Rusia Buat Jammer Baru

Jet tempur generasi kelima Su-57 Rusia, yang sebelumnya dikenal sebagai Prospective Airborne Complex of Frontline Aviation (PAK FA) adalah pesawat “siluman” bermesin ganda multirole yang dirancang untuk superioritas udara dan peran menyerang.

Pesawat ini dilengkapi dengan sistem avionik canggih dan radar AESA serta dilengkapi dengan berbagai persenjataan presisi tinggi. Jet tersebut telah melakukan penerbangan perdananya pada tahun 2010 dan saat ini sedang diuji oleh militer Rusia.

HARUS BACA :  Jangkauan Drone Pernika Rusia Meningkat Menjadi 100 Km

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

HARUS BACA :  Latihan Bersama "Cope West 2016" Angkatan Udara Indonesia-AS Ditutup

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here