Media: Israel Berusaha Blokir Transfer F-35 ke Turki

Militer.or.id – Media: Israel Berusaha Blokir Transfer F-35 ke Turki.

Jet tempur siluman F-35I Adir di Pangkalan Udara Nevatim, Israel, 12 Desember 2016 © Tech. Sgt. Brigitte N. Brantley via U.S. Air Force

Militer.or.id – Seorang pejabat Israel dilaporkan merasa prihatin atas penjualan jet tempur generasi kelima F-35 kepada Turki dan masalah itu sedang dibahas dengan pejabat AS untuk mencegah transfer teknologi, seperti dilansir dari laman Haaretz.

Menurut laporan harian Haaretz, pejabat Israel mengatakan bahwa negaranya ingin menjadi satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki jet tempur siluman F-35 Lightning II.

HARUS BACA :  Media China Sarankan Beijing Miliki Enam Kapal Induk

Pejabat Israel juga mengatakan bahwa yang menjadi pusat pembicaraan antara Israel dan AS adalah soal pencegahan transfer teknologi yang akan memperluas kapasitas F-35 kepada Turki.

“Israel dan AS membahas mengenai pengiriman jet tanpa perangkat lunak yang mampu untuk meningkatkan kinerja, sehingga Israel tetap memiliki keunggulan”, tulis laporan itu.

Adapun menurut sumber-sumber pertahanan Israel, mereka mengatakan akan sangat sulit untuk mencegah pengiriman 100 unit F-35 pesanan Turki karena termasuk dalam proses produksi F-35.

HARUS BACA :  Punya T-72B3, Rusia Tak Terlalu Butuh T-14 atau T-90M
HARUS BACA :  Preliminary Design for KF-X will be Began in December 2017

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada hari Rabu mengatakan di Capitol Hill bahwa dia belum membuat keputusan mengenai pengiriman pesawat tempur F-35 ke Turki.

Sekretariat Industri Pertahanan (SSM) Turki berencana untuk memasok 100 pesawat F-35A ke Komando Angkatan Udara Turki sebagai bagian dari Proyek JSF, yang mana Turki telah bergabung sebagai negara mitra, untuk memenuhi kebutuhan dari pesawat tempur Komando Angkatan Udara generasi mendatang.

Komite Eksekutif Industri Pertahanan Turki membuat keputusan pengadaan untuk 30 pesawat pertama, dan pengiriman jet tempur F-35 pertama dijadwalkan pada 21 Juni dengan upacara di fasilitas Fort Worth Lockheed Martin. Dua jet tempur pertama akan dikerahkan ke Pangkalan Angkatan Udara Luke di Amerika Serikat untuk melatih pilot Turki.

HARUS BACA :  Turki Harus Pilih Rusia atau Barat

Setelah melatih pilot dan mengirim jet tempur ke Turki, pesawat itu akan dikerahkan ke Komando Tempur Utama Malatya pada November 2019. Modernisasi Pangkalan Udara Malatya untuk memenuhi persyaratan pesawat harus selesai akhir tahun ini.

Industri domestik Turki telah memainkan peran pentingnya dalam proyek Joint Strike Fighter (JSF) dan perusahaan-perusahaan yang ikut berpartisipasi ini diharapkan dapat menghasilkan laba sebesar $ 12 miliar.

HARUS BACA :  China Kembangkan Radar Next-Gen Melacak Rudal Balistik

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Beli Su-35, Mattis Ingin Indonesia Tidak Kena Sanksi

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here