Militer.or.id – Korps Marinir AS Ingin Armada Hornet Pakai GPS Anti-Jam.

Jet tempur F/A-18E Super Hornet Angkatan Laut AS. © U.S. Navy via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Korps Marinir AS (USMC) berencana untuk memasang antena pada armada jet tempur F/A-18 C/D Hornet, untuk membantu pesawat tersebut mengalahkan jammers GPS, seperti dilansir dari situs resmi Korps Marinir AS.

Dalam permintaan informasi (RFI) yang diposting oleh Naval Air Systems Command atau NAVAIRpada awal Juni, Korps Marinir AS ingin menginstal antena anti-jam (AJ) yang dikenal sebagai Air Navigation Warfare Program atau NAVWAR, pada 120 unit Hornet warisan.

Antena anti-jamming “menyediakan perlindungan GPS (Global Positioning System) di platform Naval Air yang memungkinkan akses berlanjut ke GPS melalui penggunaan antena anti-jam (AJ) untuk menangkal ancaman GPS Electronic Warfare.

Permintaan Korps Marinir tersebut muncul setelah pesawat tempur AS mengalami sejumlah serangan Electronic Warfare (EW) atau peperangan elektronika (pernika) selama menjalankan misinya di Suriah.

Jenderal Tony Thomas, yang merupakan komandan Special Operations Command (SOCOM) atau Komando Operasi Khusus AS dibulan April mengatakan bahwa musuh mencoba menjatuhkan pesawat tempur AC-130 di Suriah menggunakan jammer.

“Saat ini di Suriah, kita berada pada lingkungan EW paling agresif di planet ini, dari musuh-musuh kita”, tutur Thomas. “Mereka menguji kita setiap hari, melumpuhkan komunikasi kita, melumpuhkan pesawat AC-130 dan sebagainya”.

Korps Marinir sedang berada ditengah perombakan pasukan dan peralatannya untuk mempersiapkan pertarungan potensial dengan lawan-lawan dekat seperti Rusia dan China.

Petinggi Marinir AS sering mengingatkan ancaman yang terus berulang dari musuh pada sistem GPS dan mengatakan bahwa Korps Marinir harus siap untuk berperang dalam lingkungan anti GPS.

F/A-18 adalah jembatan Korps Marinir yang ingin beralih ke jet tempur siluman F-35 berteknologi tinggi terbaru. Sebagai transisi, warisan Hornet yang lebih tua sekarang sedang menjalani perpanjangan masa hidup layanan, yang berarti pesawat sedang diperbarui untuk mampu menangani medan perang modern.

“Pemasangan antena GPS anti-jam di F/A-18A-D membantu memastikan kemampuan misi lanjutan karena umur layanan pesawat diperpanjang dan memfasilitasi dukungan dengan memakai peralatan yang lebih umum”, kata Land.

Menurut Land, Angkatan Laut dan Korps Marinir AS sudah menggunakan antena GPS anti-jamming tersebut di sejumlah pesawat tempur.

“Instalasi khusus ini menggantikan platform antena GPS yang ada sekarang ini dengan antena NAVWAR dan antena elektronik terpisah, sementara platfor penerima GPS-nya berada di tempat”, tambah Land.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here