Bagaimana J-20 China Menghadapi F-22 AS?

Militer.or.id – Bagaimana J-20 China Menghadapi F-22 AS?.

Jet tempur siluman Chengdu J-20 berwarna emas Angkatan Udara PLA © The Drive

Militer.or.id – Jet tempur generasi kelima terbaru buatan China, J-20 yang kini dijuluki sebagai Weilong adalah salah satu jet tempur paling canggih di dunia. Namun, bagaimanakah bila dibandingkan dengan F-22 Raptor AS?

Pada bulan Juli 2018, Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA-AF)), merilis sebuah video latihan malam jet siluman J-20 Weilong. Pesawat tempur siluman tersebut dikembangkan oleh Chengdu Aerospace dan pertama kali memasuki layanan pada tahun 2017 silam.

Dilansir dari laman South China Morning Post (SCMP), Raptor F-22 AS pertama kalinya memasuki layanan pada tahun 2005, jet siluman canggih tersebut dikembangkan oleh Lockheed Martin untuk digunakan oleh Angkatan Udara AS.

Jet tempur siluman F-22 Raptor © US Air Force via Wikimedia Commons

Kedua pesawat, sama-sama terbuat dari paduan material canggih dan sama-sama punya berat sekitar 19.000 kg. J-20 China memiliki panjang 20,3 meter dan lebar sayap 12,9 meter sedangkan F-22 memiliki panjang 19 meter dan lebar sayap 13,6 meter.

HARUS BACA :  Destroyer India dan KRI SIM Menuju Daerah Latihan
HARUS BACA :  Kasau : Temuan Wasrik Hendaknya Ditindaklanjuti

Namun, daya angkut J-20 jauh lebih berat, yakni sekitar 32.000 kg dibandingkan dengan F-22 yang hanya 29.000 kg. Pesawat tempur siluman canggih buatan AS ini dapat lepas landas dengan berat maksimum 38.000 kg, sedikit lebih banyak daripada J-20 China.

Kedua pesawat memiliki kecepatan maksimum sekitar 2.470 km per jam. F-22 memiliki radius tempur yang lebih pendek dengan 800 kilometer, sedangkan J-20 memiliki radius tempur sekitar 1.100 kilometer berkat tangki bahan bakar internalnya yang besar, lapor SCMP.

Jet tempur siluman Chengdu J-20 dalam Zuhai Airshow 2016. © Alert5 via Wikimedia Commons

Jet siluman F-22 AS menggunakan mesin turbofan G199-PW-100 berfitur afterburning dengan vectoring nozel yang memungkinkan pesawat tempur untuk melakukan manuver dengan kecepatan di atas kecepatan suara.

HARUS BACA :  Kenapa S-300PMU2 Iran Bisa Diterobos F-35I?

Sementara China belum menggunakan mesin turbofan yang canggih karena terjadinya penundaan produksi, akan tetapi J-20 diperkirakan akan mengintegrasikan mesin WS-15 barunya tahun depan, yang akan sangat meningkatkan kemampuan manuver dan juga kemampuan siluman pesawat tersebut.

Meski secara frontal J-20 China memiliki kapasitas siluman yang dapat dikatakan luar biasa, namun ini lebih rentan terhadap radar dari belakang apabila dibandingkan dengan F-22 Amerika.

HARUS BACA :  China Promosikan Sistem Pertahanan Udara FM-90
HARUS BACA :  Navantia Pitches F-5000 Design for Future Frigates Bid

Kedua pejuang sama-sama membawa senjata pada bay internal. J-20 dapat menyimpan hingga enam rudal udara-ke-udara dan dilengkapi rudal yang memiliki jarak lebih jauh dari F-22, juga mampu membawa bom berpandu presisi LS-6.

Sementara F-22 AS dapat membawa hingga 8 rudal udara-ke-udara atau udara-ke-darat jarak pendek atau jarak menengah di samping senapan mesin M61 Vulcan dan 4 tangki bahan bakar eksternal di bawah sayap.

Kedua pejuang memiliki peralatan avionik dan sensor yang sangat terintegrasi, mencakup teknologi low-observative, radar Active Electronic-Scanned Array atau AESA yang dapat mendeteksi beberapa target dalam semua kondisi cuaca.

Namun demikian, terdapat perbedaan biaya yang sangat signifikan, karena setiap F-22 buatan AS berharga sekitar $ 399 juta, sementara setiap J-20 China dilaporkan berharga antara $ 100 hingga 110 juta.

Para pakar militer menegaskan bahwa sementara kedua pejuang sebanding dalam desain dan kinerja, namun F-22 AS sedikit lebih unggul, karena mesin canggihnya, meski China menggantinya dengan mesin turbofan WS-15, paritas dayanya mungkin tidak akan beda jauh.

Latest articles

44.1k Followers
Follow

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here