Filipina Pertimbangkan Kapal Selam Kilo Rusia

Militer.or.id – Filipina Pertimbangkan Kapal Selam Kilo Rusia.

Kapal selam diesel listrik, Kilo-Class buatan Rusia yang dijuluki sebagai “Black Hole” alias “Lubang Hitam” atas kesenyapannya. © USAF via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Angkatan Laut Filipina (PN) dan Angkatan Laut Rusia sedang mendiskusikan syarat-syarat perjanjian untuk memperluas kerjasama pada kapal selam diesel-listrik, seperti dilansir dari Kantor Berita Filipina (PNA).

Kantor Berita Filipina (PNA) melaporkan pada 6 Agustus bahwa kedua angkatan laut baru-baru ini membahas rancangan Nota Kesepahaman (MOU) yang akan digunakan Rusia untuk memenuhi persyaratan Angkatan Laut Filipina untuk bisa mendapatkan kemampuan bawah laut.

HARUS BACA :  Sengkarut Pembangunan Jet Tempur Jepang

Mengutip juru bicara Kepala Staf Angkatan Laut, Jonathan Zata, Filipina melihat Rusia sebagai “sumber yang mungkin” untuk kapal selamnya dan bahwa MOU yang tertunda akan memungkinkan Rusia untuk memberikan pelatihan kapal selam kepada Angkatan Laut Filipina untuk mendukung operasi militer, pemeliharaan dan termasuk kegiatan pendukung.

HARUS BACA :  Upacara Tradisi Masuk Satuan Yonif PR 502 Kostrad – Militer.or.id

Pejabat Angkatan Laut Filipina juga telah diundang untuk datang ke galangan kapal Rusia guna mengamati program konstruksi kapal selam secara langsung, katanya.

HARUS BACA :  Tanggapan Panglima TNI Terkait Kerja Sama Militer Indonesia-Filipina

Pada akhir Juli 2018, Departemen Pertahanan Nasional Filipina mengkonfirmasikan komentar kepada PNA bahwa saat ini sedang melakukan “penelitian pasar dan studi doktrin” untuk mendukung program pengadaan kapal selam.

Pada bulan Juni, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan dia telah memberikan persetujuan kepada Angkatan Laut untuk mempercepat pengadaan kapal selam guna menyediakan kemampuan serang bawah laut, patroli dan pengawasan.

HARUS BACA :  Infoglobal Di Indo Defence 2018

Akuisisi tersebut sebelumnya dijadwalkan pada periode 2023-2027 di bawah program modernisasi militer “Horizon Ketiga” tapi sekarang telah bergerak maju untuk segera dimasukkan pada “Horizon Kedua” periode 2018-2022.

HARUS BACA :  Tanggapan Panglima TNI Terkait Kerja Sama Militer Indonesia-Filipina

Pejabat Angkatan Laut Filipina sebelumnya mengatakan bahwa mereka membutuhkan setidaknya 2 unit kapal selam dan bahwa pengadaan dimulai pada tahun 2015 melalui permintaan informasi awal (RFI).

Angkatan Laut juga telah mendirikan kantor program kapal selam yang sebagai bagian dari proses perencanaan, sedang meninjau desain kapal selam kontemporer dan juga menyusun konsep operasi.

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here