Data Kesiapan Tempur Korps Marinir AS Dipertanyakan

0
1090

Militer.or.id – Data Kesiapan Tempur Korps Marinir AS Dipertanyakan.

Jet tempur F/A-18E Super Hornet Angkatan Laut AS. © US Navy via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Setidaknya ada 9 skadron udara Korps Marinir AS yang aktif bertugas gagal untuk secara akurat melaporkan tentang kesiapan skadron mereka pada akhir 2017 dan awal 2018 karena kebingungan mereka tentang data apa yang harus dicatat, seperti dilansir dari laman Flight Global.

Kesalahan itu terjadi karena panduan pelaporan kesiapan Korps Marinir AS tidak jelas dan ditafsirkan secara berbeda oleh para komandan skadron, menurut laporan yang disusun oleh Inspektur Jenderal Departemen Pertahanan AS yang diterbitkan pada 8 Agustus 2018.

HARUS BACA :  NATO atau Bukan, Turki Beli Senjata dari Mana Saja – Militer.or.id

Ketidaktepatan dapat menyebabkan Korps Marinir AS tiba-tiba kekurangan pesawat selama pelatihan ataupun operasi, yang mana itu dapat membuatnya lebih sulit untuk menyelesaikan misi termasuk meningkatkan risiko bagi marinir.

Menurut Inspektur Jenderal, panduan kesiapan Korps Marinir tidak jelas kapan waktu kesiapan pesawat harus dihitung, diam tentang bagaimana komandan skuadron harus melaporkan jumlah pesawat berkemampuan misi, dan juga tak jelas bagaimana para komandan skuadron melaporkan misi penting mereka padahal didukung personil dan peralatan yang memadai.

HARUS BACA :  Boeing Tawarkan Produksi Jet Tempur F/A 18 di India

Banyak kesalahan disebabkan oleh sedikit variasi dalam proses penghitungan kesiapan pesawat. Misalnya, para komandan skuadron yang berbeda menghitung pesawat yang tersedia dan kesiapan mereka dalam periode waktu yang berbeda pula, dan beberapa menggunakan data rata-rata 30 hari sebelumnya, sementara yang lain menggunakan titik waktu tertentu dan ada juga yang menggunakan perkiraan 7 hari.

Inspektur Jenderal merekomendasikan sejumlah perbaikan, termasuk menempatkan pada sebuah program perangkat lunak manajemen pesawat terbang serta menciptakan definisi dan proses yang jelas.

HARUS BACA :  Angkatan Udara Filipina Uji Sistem BNet Buatan Israel

Menanggapi rekomendasi tersebut, Korps Marinir AS setuju untuk merevisi definisi dan proses penghitungan pesawat yang ada, serta menggunakan perangkat lunak yang telah direkomendasikan.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here