Militer.or.id – Rouhani : AS Memasuki Periode Terburuk dalam Sejarahnya.

 Presiden Iran Hassan Rouhani via (Commons.Wikimedia.org.)

Jakartagreater.com – Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan bahwa Amerika Serikat “lebih terisolasi dari sebelumnya” atas sanksi terhadap Iran, dirilis Sputniknews.com, Kamis, 13-9-2018.

Kantor berita Iran Fars mengutip pernyataan Presiden Hassan Rouhani bahwa saat ini, Amerika Serikat sedang mengalami salah satu periode terburuk dalam sejarahnya.

“Hari ini, ada beberapa peneliti, intelektual dan ahli di AS yang berbagi pendapat yang sama seperti yang ada di Gedung Putih, dan beberapa dari mereka bahkan secara eksplisit mengacu pada [politisi Amerika] sebagai tingkat kecerdasan sangat rendah. Ini jarang terjadi dalam sejarah AS,” Rouhani mengatakan pada sidang kabinet.

Dia merujuk pada sekutu kuat Washington dan mitra tradisional yang sekarang “dengan bangga menjauhkan diri dari AS,” yang hanya didukung oleh beberapa negara “yang sangat tidak terkenal”.

“AS saat ini dalam situasi terburuk secara global, dan bahkan organisasi internasional seperti UNESCO, PBB, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan Pengadilan Pidana Internasional tidak menyetujui kebijakan Amerika,” Rouhani menggarisbawahi.

Menyinggung tekanan Gedung Putih yang semakin meningkat terhadap Teheran setelah penarikan Washington dari kesepakatan nuklir Iran 2015, Rouhani menekankan bahwa Teheran saat ini menghadapi perang ekonomi “yang tidak diminta” dan menghubungi mereka yang lebih suka mengabaikan norma-norma internasional.

Akhir bulan lalu, Rouhani berjanji bahwa Teheran akan mengatasi tantangan ekonomi dan menunjukkan “pejabat anti-Iran di Gedung Putih” bahwa kebijakan sanksi Washington pada akhirnya akan gagal.

Pernyataan itu muncul setelah Presiden Iran menekankan bahwa “Amerika Serikat lebih terisolasi daripada sebelumnya atas masalah sanksi,” menambahkan bahwa “tindakan ilegal Amerika […] bahkan telah mengisolasi di antara sekutunya sendiri, seperti yang baru kita lihat.”

Pada tanggal 8 Mei 218, Presiden AS Donald Trump mengumumkan keputusan untuk meninggalkan kesepakatan Iran, juga dikenal sebagai Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Teheran dan negara atau perusahaan yang melakukan bisnis dengan Republik Islam.

Fase pertama pembatasan ekonomi, yang mencakup larangan pembelian mata uang AS, perdagangan emas dan logam mulia lainnya, serta pembelian aluminium dan baja untuk keperluan industri, mulai berlaku pada 5 Agustus 2018.

Bagian kedua, yang mencakup sanksi terhadap operasi pelabuhan Iran, sektor energi dan transaksi asing, akan diperkenalkan pada awal November 2018.

Jangan lupa isi form komentar di bawah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here