AS Selesaikan Tinjauan Desain Bom Nuklir Baru – Militer.or.id

Militer.or.id – AS Selesaikan Tinjauan Desain Bom Nuklir Baru – Militer.or.id.

Pesawat pembom strategis B-2 SPirit © Dephan AS via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Bom gravitasi nuklir B61-12 telah menyelesaikan tinjauan desain akhir, dan menyiapkan produksinya pada bulan Maret 2020, menurut pengumuman Administrasi Keamanan Nuklir Nasional (NNSA) seperti dilansir dari Defense News.

Program perpanjangan-usia B61-12 mengkonsolidasi dan menggantikan varian B61-3, B61-4, B61-7 dan B61-10 yang lebih tua, dalam sebuah langkah yang para pendukung katakan akan memperbarui bagian-bagian senjata tua yang akan menurunkan biaya pemeliharaan. Tinjauan, yang melibatkan tim dari 12 ahli independen ini mempelajari data selama tiga tahun, dan menyatakan bahwa rancangan B61-12 memenuhi standar Departemen Pertahanan AS.

Bom nuklir B-61 buatan AS © Departemen Energi AS via Wikimedia Commons

Senjata nuklir itu disertifikasi untuk pembom B-52 dan B-2, jet tempur F-15, F-16 dan F/A-18 milik Amerika, serta jet tempur Eurofighter Tornado Inggris dan Jerman di bawah perjanjian NATO. F-35 juga direncanakan akan melalui sertifikasi pada senjata di beberapa titik dalam dekade berikutnya.

HARUS BACA :  Airbus Touts C295 Maritime Aircraft to Royal Thai Navy
HARUS BACA :  Turki Siap Rudal Patriot di Tengah Tekanan AS Soal S-400

Kegiatan kualifikasi produksi di pabrik Pantex milik badan NNSA di dekat Amarillo, Texas, akan dimulai pada bulan Oktober 2018, dengan program di jalur untuk unit produksi pertamanya pada Maret 2020, menurut jadwal waktu lembaga. Senjata itu melewati tonggak lain pada bulan Juni, ketika dua desain non-nuklir untuk senjata ini diterbangkan dan dilepas dengan sukses di Tonopah Test Range, Nevada.

HARUS BACA :  India Terbitkan Surat Permintaan Untuk Membeli MH-60R

NNSA adalah departemen semi-otonom yang merupakan bagian Departemen Energi. Sementara Departemen Pertahanan AS mengelola sistem pengiriman senjata nuklir seperti kapal, pesawat dan rudal. NNSA memiliki pengawasan atas pengembangan, pemeliharaan dan pembuangan hulu ledak nuklir.

Menurut laporan 2016 dari NNSA, program perpanjangan umur akan menelan biaya sekitar US $ 9,5 dalam pendanaan NNSA yang memiliki aplikasi umum pada beberapa sistem senjata, serta perkiraan US $ 1,3 miliar yang telah direncanakan Departemen Pertahanan untuk dibelanjakan pada pengembangan dan pengadaan kit ekor untuk senjata.

HARUS BACA :  Apa yang baru pada LST KRI Teluk Lada TNI AL?

Namun, menurut laporan Kantor Akuntabilitas Pemerintah (GAO) di awal tahun ini, memperingatkan bahwa program B61-12, diantara proyek NNSA lainnya yang sedang kekurangan dana.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Airbus Touts C295 Maritime Aircraft to Royal Thai Navy

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here