Morotai Disiapkan Jadi Pangkalan Militer Terpadu – Militer.or.id

Militer.or.id – Morotai Disiapkan Jadi Pangkalan Militer Terpadu – Militer.or.id.

File : Map of Maluku Islands-en.svg, commons wikipedia, org

Ternate, Militer.or.id – Pangkalan TNI-AU Leo Wattimena di Pulau Morotai, Maluku Utara (Malut) terus disiapkan menjadi pangkalan militer terpadu untuk perkuat pertahanan di wilayah Timur Indonesia, dirilis Antara, Sabtu 6 Oktober 2018.

“Sesuai program dari pusat, pembangunan Morotai sebagai pangkalan militer terpadu itu sudah terealisasi pada tahun 2020,” kata Danlanud TNI-AU Leo Wattimena Kabupaten Pulau Morotai, Kolonel navigator Arif Budiyanto pada Sabtu 6 Oktober 2018 di Ternate.

Khusus dari TNI-AU, fasilitas yang akan dibangun untuk mendukung pengembangan Pulau Morotai sebagai pangkalan militer terpadu di antaranya juga akan dibangun dermaga dengan menyiapkan personel TNI-AL untuk mendukung konsep pangkalan terpadu yang diperkuat dengan instalasi kapal selam seperti di Kepulauan Natuna.

HARUS BACA :  Sistem Pertahanan di Hmeymim Tembak Jatuh Drone

Selain itu, Bandara Leo Wattimena Pulau Morotai akan menjadi sebagai pangkalan militer terpadu dan untuk konsep pertama dalam menjadikan Morotai sebagai pangkalan militer terpadu, TNI telah menyiapkan pembangunan satuan radar yang akan dilaksanakan di Tanjung Sofi Kecamatan Morotai Utara.

HARUS BACA :  Ekspor Alutsista Prancis Alami Penurunan

Bahkan, kekuatan udara maka Lanud membangun instalasi seperti tempat parkir bagi pesawat tempur yang memadai untuk Alutsista.

HARUS BACA :  Practice Makes Perfect di Denpal Divif 2 Kostrad

“Morotai yang berada di bibir pasifik dan berbatasan langsung dengan negara tetangga serta menjadi lokasi peninggalan perang dunia II pada 15 September tahun 1944 silam, menjadi alasan utama pemerintah pusat untuk melakukan perkuatan militer di wilayah tersebut dan bukan di Bandara Babullah Ternate,” ujarnya.

Selain pembangunan satuan radar dan satuan Rudal, TNI juga akan menambahkan detasemen pertahanan udara yang juga ditempatkan di seputaran Lanud Leo Watimena yang ditambah dengan penempatan satu Batalyon TNI-AD di Morotai yang diimbangi dengan pembangunan pangkalan TNI-AL.

HARUS BACA :  Video Geladi Panser Pandur dan Tank Harimau Hitam

“Akan tetapi, saat ini kendala yang dihadapi Lanud Leo Wattimena yakni kekurangan personel sekitar 100 hingga 130 personel, karena setiap saat pesawat dari Skaudron V berpusat di Makassar mendarat di landasan Leo Wattimena di Morotai,” ujarnya.

HARUS BACA :  Sistem Pertahanan di Hmeymim Tembak Jatuh Drone

Dia mengakui, ada bandara di berbagai kabupaten/kota di Malut, sehingga dengan personel yang terbatas maka akan dijadikan skala prioritas, seperti tingkat politik ekonominya meningkat, maka akan tempatkan personel TNI-AU.

Selain membangun radar milik TNI-AD, nantinya pemerintah juga akan menempatkan satuan Rudal yang bertujuan untuk melindungi radar tersebut, dan satuan Rudal itu akan ditempatkan di Lanud Leo Watimena Morotai.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here