NATO atau Bukan, Turki Beli Senjata dari Mana Saja – Militer.or.id

Militer.or.id – NATO atau Bukan, Turki Beli Senjata dari Mana Saja – Militer.or.id.

Parade sistem rudal S-400 Triumf © Vasily Fedosenko via Ria Novosti

Militer.or.id.cm – Turki dapat membeli persenjataan dari negara mana saja, baik itu negara-negara anggota NATO atau bukan, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan seperti dilansir dari laman Daily Sabah.

Berbicara kepada wartawan setelah kunjungannya di New York, Presiden Erdogan juga menambahkan bahwa Turki bahkan dapat untuk secara bersama-sama memproduksi persenjataan dengan negara manapun termasuk Rusia dan China, dan sekarang sedang mempersiapkan diri dengan itu.

“Tidak pantas untuk mencoba memblokir sebuah negara jika ada ekonomi pasar bebas yang terlibat”, kata Erdogan.

Pada bulan Desember, Turki secara resmi menandatangani perjanjian senilai $ 2,5 miliar dengan Rusia untuk pasokan S-400 – sistem rudal anti-pesawat jarak jauh buatan Rusia yang paling canggih.

HARUS BACA :  Thailand Conducts Deck Landing Trials of H145M Helicopter on LPD

Dengan langkah itu, maka Turki akan menjadi negara anggota NATO pertama yang memperoleh sistem tersebut. Ketertarikan Turki terhadap sistem Rusia dimulai karena sikap Washington yang acuh tak acuh terhadap transfer teknologi dalam kemungkinan pembelian sistem rudal sejenis, Patriot buatan Raytheon, AS.

HARUS BACA :  Rostec and Indonesia Signed a Memorandum on Counter Trade in the Framework of the Su-35 Contract

Para pejabat Turki pada bulan Juli mengatakan bahwa Ankara bisa mempertimbangkan membeli rudal Patriot tetapi tidak akan menganggapnya sebagai alternatif untuk sistem pertahanan udara S-400 Rusia.

HARUS BACA :  Jet Tempur Generasi 5, MiG-41 Bukan Mitos

Dengan S-400, Ankara bertujuan untuk membangun sistem pertahanan udara dan anti-rudal jarak jauh pertama Turki untuk meningkatkan kemampuan pertahanan di tengah ancaman dari PKK dan Daesh serta konflik diseluruh perbatasannya dengan Suriah dan Irak.

Pejabat Turki telah berulang kali menekankan fakta bahwa hubungannya dengan negara lain tidak dilihat sebagai alternatif satu sama lain dan diplomasi Turki adalah didasarkan pada saling menguntungkan.

HARUS BACA :  Dubes Korsel: Proyek Pesawat Tempur KFX/IFX Terus Berlanjut

AS telah menyatakan keprihatinannya bahwa ada sekutu NATO yang merencanakan penyebaran S-400 yang mana dapat membahayakan keamanan dari sejumlah senjata dan teknologi lain buatan AS yang digunakan oleh Turki, termasuk F-35.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

HARUS BACA :  Satgas Rimpac Peringati HUT RI ke-73 di Samudra Pasifik

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Jet Tempur Generasi 5, MiG-41 Bukan Mitos

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here