Kisah Patroli Yonkes 2 Kostrad Jumpa Korban Gempa – Militer.or.id

Militer.or.id – Kisah Patroli Yonkes 2 Kostrad Jumpa Korban Gempa – Militer.or.id.

Setelah mereka berjalan masuk ke dalam gang, tim patroli akhirnya menemukan korban gempa yang terisolir di dekat reruntuhan bangunan yang hancur berserakan terdengar suara tangisan anak kecil.

Palu, Militer.or.id  –  Pencarian korban gempa tak henti-hentinya dilakukan oleh Satuan Tugas Gabungan Bantuan Kesehatan Penganggulangan Bencana Alam ( Satgasgab Bankes Gulbencal ) Satuan Yonkes 2 Kostrad.  Pada Kamis 11 Oktober 2018 satuan ini menemukan korban gempa yang terisolir.

HARUS BACA :  Tank Pandur II Dipasang Turret Canon 105mm

Sertu Bahtiar dan Kopda Wahyu Ridoko, pagi hari mempersiapkan tas perangkat perawat untuk dibawa patroli. Dengan berjalan kaki mereka berdua menapaki gang-gang kecil yang masih bisa dilewati.

Setelah mereka berjalan masuk ke dalam gang, tim patroli akhirnya menemukan korban gempa yang terisolir di dekat reruntuhan bangunan yang hancur berserakan terdengar suara tangisan anak kecil. Dengan cepat tim patroli mencari sumber tangisan itu, benar saja di bawah jalan aspal yang menggunung akibat gempa terdapat seorang ibu dan anak kecil.

HARUS BACA :  Serah Terima Jabatan Danjen Akademi TNI dan Aslog Panglima TNI
HARUS BACA :  Brigif Raider 9 Kostrad Bersiap Latihan Garuda Shield

Ibu Masriah langsung mendatangi dan meminta bantuan air atau makanan. Ia mengaku tidak mau meninggalkan sisa rumahnya yang telah hancur karena selain masih bisa dipakai istirahat, banyak sekali pencurian yang dilakukan oleh orang-orang yang memanfaatkan situasi. Masriah hanya mengharapkan ada petugas yang lewat di dekat rumahnya dan meminta bantuan logistik.

“Saya sengaja pak tentara, gak mau ke tenda pengungsian, rumah saya masih bisa dihuni dan saya takut barang-barang saya dicuri sama maling”, terang Masriah. Tim Patroli akhirnya memberikan air minum, obat penurun panas dan beberapa bungkus oralit karena dikhawatirkan jika sang anak sewaktu-waktu mengalami demam dan dehidrasi.

HARUS BACA :  Kebangkitan Dirgantara Inggris Melalui The Tempest
HARUS BACA :  Kasad: Kedisiplinan Modal Utama Seorang Prajurit

Bahtiar dan Wahyu juga mengimbau agar ibu tersebut segera mengungsi agar bisa mendapatkan bantuan sehingga tidak mengkonsumsi air sumur yang ada, karena dikhawatirkan air sumur tersebut telah terkontaminasi dengan bakteri, yang disebabkan oleh jenazah korban gempa yang berada disekitar bangunan dan belum ditemukan. (Penkostrad).

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here