2 Astronaut Rusia – AS Akan Diterbangkan Ulang Tahun Depan – Militer.or.id

Militer.or.id – 2 Astronaut Rusia – AS Akan Diterbangkan Ulang Tahun Depan – Militer.or.id.

Roket Rusia di International Space Station di Kazakhstan. (credit: Twitter Nick Hague)

Moskow, Militer.or.id – Kepala badan antariksa Rusia mengatakan kedua Astronaut yang selamat dalam kegagalan roket Rusia akan diterbangkan lagi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada musim semi tahun depan, dirilis Antara.

Kepala badan antariksa Roscosmos, Dmitry Rogozin mengeluarkan pernyataan itu, Jumat 12-10-2018, satu hari setelah kosmonot Rusia Alexei Ovchinin dan astronot Amerika Serikat, Nick Hague melakukan pendaratan darurat.

Pendaratan dramatis itu berlangsung di Kazakhstan setelah roket pembawa mereka mengalami kegagalan untuk menuju ISS.

Rogozin pada Jumat di Twitter memasang foto dirinya, yang duduk di samping kedua antariksawan itu, dan mengatakan bahwa mereka sudah tiba di Moskow.

HARUS BACA :  Melihat Dari Dekat Jet Tempur Generasi Kelima Rusia

Ovchinin dan Hague tidak mengalami cedera dan merasa baik-baik saja, kata Roscosmos.

 

Kegagalan itu terjadi ketika sambungan pertama dan kedua roket Rusia berpisah, tak lama setelah roket diluncurkan dari Baikonur, landasan milik Kazakhstan pada masa Soviet.

HARUS BACA :  Intelijen Korsel Temukan Pertanda Rencana Tes Misil Baru

Kecelakaan yang terjadi pada Kamis itu merupakan masalah peluncuran serius pertama kali yang dialami misi pesawat luar angkasa Soyuz berawak sejak 1983. Pada tahun itu, seorang awak pesawat keluar menyelamatkan diri sebelum ledakan terjadi di landasan peluncur.

HARUS BACA :  Belanja Militer Dalam IMTF-ARMY 2017 Rusia

Kantor berita Interfax pada Jumat mengutip seorang sumber yang mengetahui penyelidikan oleh Rusia bahwa kerusakan katup menjadi penyebab sambungan pertama roket Soyuz-FG mengalami kegagalan, kendati katup itu sudah diperiksa dengan cermat sebelum pesawat tinggal landas.

NASA bergantung pada roket-roket Rusia untuk membawa para astronot ke stasiun luar angkasa sejak Amerika Serikat menghentikan program Space Shuttle pada 2011.

Badan antariksa AS itu telah mengumumkan rencana untuk melakukan percobaan penerbangan dengan membawa dua astronot dalam roket komersial SpaceX pada April tahun depan.

Space adalah kerangka kerja sama antara Amerika Serikat dan Rusia pada saat hubungan kedua negara diwarnai kekhawatiran.

HARUS BACA :  Apakah Armada MiG-29 Korea Utara Bertambah?

 

Ketika ditanya soal kegagalan roket tersebut, Presiden Donald Trump mengatakan kepada para wartawan di Gedung Putih bahwa ia “tidak khawatir” bahwa astronot AS harus bergantung pada Rusia untuk bisa mencapai luar angkasa.

HARUS BACA :  52 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat

Moskow telah menangguhkan seluruh peluncuran pesawat antariksa berawak. Sementara itu, Rogozin telah memerintahkan sebuah komisi negara untuk menjalankan penyelidikan atas kegagalan tersebut.

Komite Penyelidik Rusia juga sudah mulai melakukan penyelidikan kejahatan atas kejadian itu.

Interfax melaporkan bahwa peluncuran pesawat nirawak Progress, yang membawa makanan dan berbagai pasokan ke ISS dan menggunakan sistem roket sama dengan Soyuz, kemungkinan juga ditangguhkan.

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here