Lika-Liku Proyek Kapal Selam Mini Pertama RI

0
849

Desain kapal selam mini 22 meter (midget) pertama Indonesia © Koran Sindo

Militer.or.id – Rencana pemerintah Indonesia untuk membangun kapal selam mini yang berukuran 22 m di dalam negeri telah dilanda oleh penundaan anggaran, kata seorang pejabat dari galangan kapal swasta PT Palindo Marine kepada IHS Jane pada 7 November di pameran Indo Defence 2018 di Jakarta.

Galangan kapal tersebut telah melakukan pembicaraan dengan pihak Kementerian Pertahanan Indonesia (Kemdagri) untuk pembuatan satu unit kapal selam mini sejak tahun 2017, tetapi kontrak belum terwujud karena tidak tersedianya dana, kata Mukti Syarif Rivai, seorang arsitek angkatan laut di perusahaan tersebut.

“Kami telah melakukan investasi dan menyiapkan fasilitas kami di Batam untuk bisa membangun kapal selam mini. Tetapi kontrak belum ditandatangani dan kami tidak yakin dengan kemajuan saat ini karena kami memahami bahwa dana tersebut belum dirilis”, tambahnya.

PT Palindo Marine pada awalnya dijadwalkan untuk memulai pembangunan kapal, yang akan didasarkan pada konsep yang pertama kali diperkenalkan oleh departemen penelitian dan pengembangan Kementerian Pertahanan pada iterasi Indo Defence 2016, di akhir 2017.

HARUS BACA :  Rusia Tuntas Kirimkan 20 Heli Serang Mi-35M ke Pakistan

Konsep pertama ini adalah hasil kerjasama antara kementerian pertahanan, PT Palindo Marine, Kementerian Koordinator untuk Urusan Maritim Indonesia, dan dua lembaga pendidikan tinggi Indonesia: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Indonesia (UI).

Desain tersebut memiliki panjang keseluruhan sekitar 22 m, beam 3 m, dan lambung dangkal 2,5 m. Kapal selam tersebut memiliki bobot sekitar 117 ton ketika dipermukaan dan sekitar 127 ton saat terendam. Kapal selam mini (midget) memiliki kedalaman operasi maksimum 150 m, daya tahan selama enam hari, dan kecepatan tertinggi 10 knot ketika menyelam.

HARUS BACA :  Turki Penyedia Tunggal Dua Elemen Kunci F-35

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here