Majelis Parlemen NATO Desak Rusia Tanggung Jawab atas Kecelakaan MH17

Malaysia Airlines Boeing 777-2H6-ER (9M-MRD) di terminal internasonal Bandara Perth. (Darren Koch – http://www.airliners.net/photo/Malaysia-Airlines/Boeing-777-2H6-ER/1776608/L/ via commons.wikimedia.org)

Ukrinform melaporkan bahwa Majelis Parlemen NATO mendesak Rusia untuk memikul tanggung jawab atas kecelakaan MH17.

‘Majelis Parlemen menegaskan dukungan kuatnya untuk investigasi kecelakaan MH17 di Ukraina, yang sebagian dilakukan oleh otoritas Belanda; dan memanggil Kremlin untuk memenuhi resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa 2166, untuk mengambil tanggung jawab dan bergabung dengan upaya menegakkan keadilan, ‘membaca rancangan resolusi Majelis Parlemen NATO.

Majelis juga mengutuk campur tangan Rusia dalam pemilihan dan referendum baru-baru ini di kawasan Euro-Atlantik, mengungkapkan keprihatinan mendalam tentang ancaman-ancaman seperti itu yang akan dihadapi pemilihan di masa depan, dan dukungan Kremlin untuk gerakan politik marjinal di Barat.

HARUS BACA :  Batalyon Indonesia –Unifil, Penentu Keamanan di Perbatasan Lebanon-Israel

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa rudal yang menenggelamkan MH17 Boeing di Donbas pada 2014 adalah milik Ukraina. Pihak berwenang Rusia mengklaim bahwa rudal itu dibuat di pabrik Dolgoprudnensky pada 1986 dan dikirim ke unit militer Ukraina; rudal tersebut diduga disimpan di sana sampai tragedi itu terjadi. Kementerian juga mengklaim bahwa mereka memiliki akses ke rekaman audio yang dibuat oleh militer Ukraina; rekaman itu diduga mengkonfirmasi bahwa Ukraina terlibat dalam kecelakaan itu.

HARUS BACA :  Perang Afghanistan Panjang Meski AS Tambah Pasukan

Sebelumnya, Perwakilan Khusus AS untuk Ukraina Kurt Volker menugaskan tanggung jawab atas tragedi MH17 di Donbas ke Rusia.

“Rusia bertanggung jawab untuk itu karena campur tangan dan menduduki bagian Ukraina ini,” Volker mencatat.

HARUS BACA :  Amerika Sudah Tentukan Pangkalan Untuk Menguji B-21 Raider

Dia mengatakan bahwa sistem pertahanan udara yang menembak jatuh pesawat berasal dari unit militer reguler Rusia. Unit itu dikirim dari Rusia ke Ukraina, digunakan untuk menembakkan rudal, yang menembak jatuh sebuah pesawat sipil di wilayah Ukraina dan kemudian sistem ini dikembalikan ke unit militer Rusia.

“Dan pertanyaan tentang siapa yang persis menekan tombol, Rusia atau Ukraina, Ukraina dari Donbas atau perwira Angkatan Bersenjata Rusia, sebenarnya kurang penting daripada fakta bahwa peralatan militer Rusia ini diangkut ke negara berdaulat lain di bawah kendali Rusia, digunakan untuk meluncurkan rudal yang menewaskan semua warga sipil ini dan kemudian diambil dari Ukraina,” kata Volker.

HARUS BACA :  Qatar Borong 24 Typhoon

Boeing 777 Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH17, hancur saat melakukan penerbangan reguler dari Belanda ke Malaysia pada Juli 2014. Tragedi itu terjadi di langit di atas wilayah Donetsk yang dikuasai militan. Sebanyak 298 orang di dalam kapal tersebut meninggal; sebagian besar korban (196 orang) adalah warga negara Belanda, tetapi ada juga warga dari sembilan negara lainnya. Malaysia Airlines Flight 17 (MH17) dibawa di Timur Ukraina pada Juli 2014 oleh Buk peluncur rudal, dibawa dari Kursk, Rusia, dinyatakan dalam laporan Bellingcat, LSM Inggris dari jurnalis investigasi.

HARUS BACA :  F-15 Jepang Mendarat Darurat di Pangkalan Udara Amerika

Sumber: 112

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  China Luncurkan Drone Amfibi Pertama di Dunia

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here