Latihan Gabungan ‘Mission Oriented Training’ TNI AU

Asops Kasau Marsekal Muda TNI Johanes Berchmans S.W. (TNI AU)
Asops Kasau Marsekal Muda TNI Johanes Berchmans S.W. (TNI AU)

Asops Kasau Marsekal Muda TNI Johanes Berchmans S.W., membuka latihan gabungan “Mission Oriented Training” (MOT), di hanggar Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi. MOT merupakan latihan gabungan yang memadukan dari seluruh fase latihan-latihan sebelumnya ditiap tiap satuan, sehingga terbentuk sebuah kekuatan besar dalam melaksanakan operasi udara.

Dilansir dari laman TNI AU (19/ 11), Asops Kasau dalam sambutan pembukaannya mengatakan latihan gabungan MOT dimaksudkan untuk memberikan bekal pemahaman dan pengalaman serta meningkatkan kemampuan dalam bekerja sama antara penerbang yang mengoperasikan alutsista dengan flatform yang berbeda-beda, untuk secara terpadu melaksanakan operasi udara yang memiliki kompleksitas tinggi.

HARUS BACA :  Pertempuran Russian Mercenaries dan US Commandos di Suriah

“Sehingga para penerbang tempur dalam memahami berbagai macam konsiderasi, situasi, ancaman, ketersediaan aset untuk merencanakan dan melaksanakan misi-misi pertempuran dalam operasi udara, sekaligus meningkatkan kemampuan koordinasi dan kerjasama antara penerbang yang mengoperasikan alutsista dengan platform yang berbeda diantaranya Ground Control Interception (GCI) maupun Ground Forward Air Controller (GFAC),” papar Asops Kasau.

HARUS BACA :  Myanmar is Planning to Get the Licensed Production of the new Ukrainian BTR-4

Sementara pimpinan umum latihan Marsekal Pertama TNI Jemi Trisonjaya, M. Tr (Han) saat memberikan keterangan kepada Wartawan didampingi Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Widyargo Ikoputra, S.E.,M.M. dan Danwing 3 Lanud Iswahjudi Pnb Djoko Hadipurwanto, S.E.,M.M., mengatakan bahwa target dalam MOT adalah mencapai profesionalisme penerbang tempur dengan disesuaikan perkembangan alutsista, selain itu mampu menggunakan persenjataan yang berada di pesawat.

HARUS BACA :  Presiden Jokowi Bertemu Vladimir Putin

“Latihan gabungan ini akan melibatkan enam Skadron Udara diantara 4 Skadron tempur, satu skadron angkut dan satu skadron hely. Alutsista yang akan digunakan Latihan yang direncanakan akan berlangsung selama 11 hari melibatkan pesawat tempur Sukhoi 27/30 Flanker Skadron 11, F-16 C/D Fighting Falcon Skadron 3, T50i Golden Eagle Skadron 15, Hawk 100/200 Skadron 1, Satuan dijajaran Radar seluruh Indonesia, serta Pasukan Khas TNI AU dengan total personel latihan sebanyak 300 orang”.

HARUS BACA :  Kasad Pimpin Upacara Alih Kodal Menjadi Kendali Divisi-3/Kostrad
HARUS BACA :  Lantamal IX Kembangkan Evakuasi Laut Jadi Kesehatan Bahari

Editor: ()

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here