Korea Selatan: Senjata Baru Korea Utara Kemungkinan Rudal Jarak Pendek

Ilustrasi: Parade militer Korea Utara pada buan Juli 2013. © Uri Tours via wikimedia.org

Militer Korea Selatan percaya bahwa “senjata taktis ultramodern yang baru dikembangkan” Korea Utara dan sukses diujicobakan pada minggu lalu adalah jenis baru rudal jarak pendek, sumber pemerintah lokal secara eksklusif mengatakan kepada JoongAng Ilbo pada Senin.

Sumber yang namanya tidak mau disebutkan itu mengatakan bahwa penilaian awal dan analisis lebih lanjut sedang dilakukan. Pihak berwenang setempat berpikir bahwa rudal tersebut mirip dengan Javelin – sistem pertahanan udara berpemandu buatan buatan Inggris – atau Spike – rudal Israel yang dipandu, yang keduanya digunakan oleh militer Korea Selatan.

HARUS BACA :  Satgas Yonif 431/Kostrad Evakuasi 20 Jenazah dan Terobos Dearah Terisolir – Militer.or.id

Jumat lalu, media pemerintah Korea Utara melaporkan bahwa Kim Jong-un mengawasi uji senjata taktis ultramodern yang baru dikembangkan di sebuah lembaga pertahanan. Ini pertama kalinya dalam setahun terakhir, pemimpin secara resmi mengawasi eksperimen senjata.

Saat pembicaraan denuklirisasi antara Amerika Serikat terhenti, para analis percaya bahwa Pyongyang mengirim peringatan ke Washington bahwa kesabarannya telah berkurang. Tetapi tidak ada rincian lebih lanjut tentang senjata yang dikatakan oleh media Korea Utara, juga tidak menyebutkan tanggal yang tepat dari tes tersebut.

HARUS BACA :  Serangan Rudal Hantam Kota Kabul, Afghanistan
HARUS BACA :  Alumni AAL Gelar Reuni di Koarmatim

Versi bahasa Inggris dari sebuah laporan di Korean Central News Agency mengatakan bahwa tes itu dilakukan dengan sukses di Akademi Ilmu Pertahanan Nasional dan Kim “sangat bersemangat” telah melihat “pekerjaan hebat” oleh para ilmuwan pertahanan dan pekerja amunisi. Kim mengatakan bahwa pengembangan senjata itu diarahkan “selangkah demi selangkah” oleh ayahnya, mantan pemimpin Kim Jong-il, yang meninggal pada Desember 2011.

HARUS BACA :  Sniper Targeting Pod akan Melengkapi Pesawat F-16A/B

Beberapa pejabat militer setempat percaya bahwa Korea Utara mungkin mencoba menjual senjata itu ke negara-negara asing, karena sanksi internasional telah merusak ekonominya.

Sumber: koreajoongangdaily

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

HARUS BACA :  Masalah Khashoggi Bukan Hanya Urusan Riyadh-Ankara – Militer.or.id

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Sniper Targeting Pod akan Melengkapi Pesawat F-16A/B

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here