Rusia Buka Kembali Selat Kerch Setelah Bersitegang dengan Ukraina

dok. Selat Kerch di dekat Krimea. (credit: Sergey Ashmarin via commons.wikimedia.org)

Moskow, Militer.or.id – Rusia membuka kembali Selat Kerch di dekat Krimea untuk pelayaran pada Senin 26-11-2018 dini hari sesudah menembaki dan merebut tiga kapal angkatan laut Ukraina sehari sebelumnya, yang memicu ancaman baru berbahaya di antara kedua negara itu, dirilis Antara, pada Senin 26-11-2018.

Layanan keamanan FSB Rusia pada Senin pagi menyatakan kapal ronda perbatasannya menyita 2 kapal kecil bersenjata berat Ukraina dan satu kapal tunda sesudah menembak mereka dan melukai beberapa pelaut. Kejadian itu merupakan bentrokan paling sengit antara Moskow dan Kiev sesudah bertahun-tahun.

Satuan itu sebelumnya menutup Selat Kerch di dekat Krimea, yang dikuasai Rusia, untuk menghentikan kapal melintas dari laut Hitam ke laut Azov, dengan menyatakan armada kecil belum memberi tahu rencananya dan mengabaikan peringatan untuk berhenti sementara bergerak secara membahayakan.

HARUS BACA :  Polandia Tawarkan Kerjasama Pengembangan Radar dan Lapis Baja Ringan

Dengan hubungan masih mentah sesudah Rusia menguasai Krimea pada 2014 dan mendukung pemberontakan di Ukraina Timur, kejadian itu mengancam mendorong kedua negara tersebut ke bentrokan lebih luas dan kemungkinan mengulangi seruan Barat untuk menambah hukuman terhadap Moskow.

Rubel Rusia dibuka 0,4 persen lebih lemah terhadap dolar di Moskow, terendah sejak pertengahan November. Kiev, yang membantah kapalnya melakukan kesalahan, menuduh Rusia melakukan serangan dan meminta masyarakat antarbangsa bergerak menghukum Rusia.

HARUS BACA :  Pasukan Artileri China Latihan Pakai Peluncur Roket PHL-03

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa akan menbahas perkembangan terkini itu atas permintaan Rusia dan kemudian Ukraina pada Senin, kata diplomat. Pernyataan Uni Eropa mengatakan mengharapkan Rusia memulihkan kebebasan melewati Selat Kerch dan mendesak kedua pihak benar-benar menahan diri untuk tidak memanaskan keadaan.

Wanita juru bicara NATO mengeluarkan seruan sama untuk keduanya. Saksi menyatakan 3 kapal Angkatan Laut Ukraina, yang disita Rusia, ditahan di pelabuhan Kerch, Krimea. Orang berseragam Angkatan Laut terlihat di sekitar kapal itu, yang tidak menunjukkan tanda kerusakan, kata saksi.

FSB menyatakan Rusia membuka perkara pidana sehubungan dengan yang dikatakannya kapal memasuki perairan wilayah Rusia tanpa izin. FSB menyatakan 3 pelaut Ukraina terluka dalam kejadian itu dan mendapatkan perawatan. Nyawa mereka tidak terancam, katanya.

HARUS BACA :  DPD RI Dukung Pemerintah Beri Nama Laut Natuna

Parlemen Ukraina pada Senin akan mempertimbangkan upaya memberlakukan darurat militer 60 hari sesudah Presiden Ukraina Petro Poroshenko bertemu dengan kepala tentara dan keamanannya pada Minggu malam 25-11-2018.

Langkah itu diduga tidak disukai di beberapa bagian Ukraina karena akan membatasi kebebasan warga dan memberikan lembaga negara kekuatan lebih besar menjelang pemilihan presiden pada tahun depan, dengan jajak pendapat menunjukkan Poroshenko akan kalah.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here